Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Libur dan Cuti Bersama Lebaran 29 April–6 Mei

Novitri Selvia • Kamis, 7 April 2022 | 09:54 WIB
Ilustrasi mudik lebaran. (IST)
Ilustrasi mudik lebaran. (IST)
Pemerintah mengumumkan libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah mulai 29 April hingga 6 Mei. Ini menjadi kesempatan untuk mudik setelah dalam dua tahun terakhir dilarang.

Secara terperinci, libur nasional Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah jatuh pada 2 dan 3 Mei 2022. Lalu, cuti bersama ditetapkan pada 29 April serta 4, 5, dan 6 Mei. ”Keputusan mengenai cuti bersama ini akan diatur lebih terperinci melalui surat keputusan bersama menteri terkait,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin (6/4).

Menurut presiden, cuti bersama dapat digunakan untuk bersilaturahmi dengan orangtua dan keluarga di kampung halaman. Namun, Jokowi menegaskan bahwa pandemi Covid-19 belum sepenuhnya selesai. Untuk itu, kepala negara mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa waspada.

”Bersegeralah melengkapi dengan vaksin booster, harus tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin, dan harus selalu bermasker pada saat di tempat umum atau dalam kerumunan,” tuturnya.

Tahun ini jumlah pemudik diperkirakan sebanyak 85 juta orang. Dari Jabodetabek diprediksi berjumlah sekitar 14 juta orang dengan perkiraan yang menggunakan kendaraan pribadi sebanyak 47 persen.

”Tentunya pemerintah akan bekerja keras untuk memberikan pelayanan yang maksimal agar para pemudik bisa menjalankan perjalanan dengan aman dan nyaman,” terang Jokowi.

Pada kesempatan lain, Jokowi menekankan kepada menteri dan kepala lembaga agar memberikan perhatian pada mudik kali ini. Sebab, banyak masyarakat yang ingin pulang kampung tahun ini setelah dua kali ada larangan mudik. ”Hati-hati! Arus mudik bisa di luar perkiraan kita,” tegasnya.

Presiden meminta Kapolri, panglima TNI, dan menteri perhubungan untuk berkoordinasi dalam menghadapi musim mudik kali ini. Jokowi ingin ada persiapan jalur mudik. Dengan demikian, dapat meminimalkan kemacetan dan penumpukan arus mudik serta balik. ”Harus mulai dihitung betul. Persiapannya harus ekstra,” pesannya.

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah telah melakukan persiapan menyambut pelaksanaan mudik tahun ini.

Para menteri terkait sudah melaporkan kesiapan masing-masing dalam rapat terbatas (ratas) persiapan Idul Fitri 1443 Hijriah yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor kemarin.

”Beliau (presiden) telah berpesan agar disiapkan dengan matang oleh seluruh kementerian dan lembaga terkait,” ujarnya.

Terlebih, berdasar survei Kementerian Perhubungan, bakal ada 76-86 juta warga Indonesia yang akan melaksanakan mudik Lebaran setelah dua tahun absen. ”Presiden Jokowi juga meminta pelaksanaan perjalanan mudik tahun ini diatur secara tepat dan ketat,” sambungnya.

Dengan pengaturan tersebut diharapkan tidak timbul risiko-risiko yang tidak perlu. Sehingga masyarakat bisa mudik dengan selamat sampai tujuan. Dalam ratas, lanjut Muhadjir, Jokowi juga menekankan agar angka kasus Covid-19 saat ini bisa dipertahankan.

Bahkan bisa lebih rendah hingga Lebaran usai nanti. Untuk itu, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis kedua dan booster akan dikuatkan lagi, terutama bagi yang ingin mudik.
Berkaitan dengan itu, pada momentum Ramadan pemerintah mengupayakan pelaksanaan vaksinasi pada malam hari saat ibadah Shalat Tarawih.

Gerai-gerai vaksinasi pun dibuka di beberapa masjid secara bergiliran. Terutama di wilayah yang akan menjadi tempat pemberangkatan mudik. Misalnya wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan sebagian Jawa Tengah.

Muhadjir menuturkan, vaksin booster penting karena menjadi salah satu faktor penentu dalam menekan angka kasus maupun kematian akibat Covid-19. Mereka yang sudah divaksin booster memiliki tingkat ketangguhan imunitas lebih tinggi beberapa kali lipat dibandingkan yang belum.

”Mari bersama-sama datang untuk vaksin booster, terutama bagi masyarakat yang akan mudik,” ajak mantan Mendikbud tersebut.

Selain soal vaksin, ketersediaan bahan pangan dan bahan bakar minyak (BBM) dalam menyongsong mudik turut menjadi perhatian. Menurut Muhadjir, semua sudah siap. Meski ada beberapa hal lagi yang sifatnya masih akan disempurnakan atau diperbaiki.

Sementara itu, Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Chryshnanda Dwilaksana menyatakan, Lebaran tahun ini menjadi momen yang spesial karena masyarakat diperbolehkan mudik. ”Dua tahun tidak bisa mudik karena pandemi,” ucapnya.

Masyarakat yang berencana mudik, tutur Chryshnanda, harus mempersiapkan segalanya dengan baik. Khususnya untuk pemudik dengan kendaraan pribadi. Kelayakan kendaraan harus benar-benar dipastikan. ”Memeriksa kondisi fisik kendaraan wajib dilakukan,” pesannya.

Langkah tersebut, jelas Chryshnanda, penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kerusakan kendaraan dalam perjalanan mudik. Bila pemudik mematuhi aturan dan persyaratan yang ditentukan, perjalanan mudik akan aman dan selamat. ”Jangan menjadi korban sia-sia di jalan raya,” tuturnya.

Chryshnanda mengingatkan akan potensi terjadinya kemacetan hingga kecelakaan. ”Kalau lelah istirahat, jangan memaksakan diri,” ujarnya. Selain itu, dia mengimbau pemudik tidak membawa muatan dan penumpang yang berlebih yang melebihi kapasitas kendaraan. ”Berbahaya dan mengganggu pengguna jalan lainnya,” imbuh dia. (idr/mia/lyn/c9/fal/jpg) Editor : Novitri Selvia
#mudik lebaran #Hari Raya Idul Fitri 1443 #Libur Cuti Bersama