Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Wali Kota Minta Pertamina Relokasi Warga

Novitri Selvia • Senin, 3 April 2023 | 10:35 WIB
AMAN DAN NYAMAN: Sejumlah warga menikmati objek wisata Panorama Baru di Kota Bukittinggi, Senin (15/1).(RIAN AFDOL/PADANG EKSPRES)
AMAN DAN NYAMAN: Sejumlah warga menikmati objek wisata Panorama Baru di Kota Bukittinggi, Senin (15/1).(RIAN AFDOL/PADANG EKSPRES)
INSIDEN di Kilang Pertamina Refinery Unit II Dumai membuka kembali persoalan yang juga disorot saat kilang Plumpang, Jakarta Utara, terbakar pada awal Maret lalu: tidak idealnya jarak dengan permukiman. Hanya dipisahkan jalan dan antar keduanya terpisah jarak sekitar 10 meter saja.

Berdasar pantauan Riau Pos (grup Padang Ekspres) di lapangan, dua kelurahan yang terdekat dengan kilang pengolah minyak dan gas untuk kebutuhan Riau dan Sumatera bagian selatan tersebut adalah Kelurahan Tanjungpalas dan Kelurahan Jayamukti, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai. Ini tentu sangat riskan jika terjadi sesuatu pada kilang.

Dan, itu memang terbukti dalam insiden kali ini. Rumah warga dan fasilitas umum di dua kelurahan tersebut rusak parah buntut ledakan di kilang pada Sabtu (1/4) tengah malam. Di Plumpang, jumlah korban jiwa bahkan mencapai puluhan orang. Karena itu pula, Wali Kota Dumai Paisal mencuatkan usulan relokasi.

“Kalau memang bisa, Pertamina kami harap merelokasi warga sekitar lokasi. Dan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti warga yang menaruh harga tinggi, akan dibentuk tim pengkajian dan perhitungan,” ujarnya di sela mengunjungi warga di kedua kelurahan tadi yang terkena efek insiden di kilang Dumai kemarin (2/4) sebagaimana yang dilansir Riau Pos.

Paisal sudah memerintah camat dan lurah di wilayah terdampak untuk mendata warga mereka yang terkena efek ledakan kilang. “Data ini harus dituntaskan beberapa hari ke depan agar masyarakat bisa mendapatkan hak atas dampak ledakan,” katanya.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR pada 8 Maret lalu, terkait dengan Plumpang, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjelaskan bahwa warga maupun depo akan direlokasi.

Warga yang direlokasi adalah yang berada di daerah buffer zone atau zona penyangga. Sementara, kapasitas Depo Plumpang akan dikurangi dan telah disiapkan lahan Pelindo di Cilincing, Jakarta Utara, untuk depo BBM.

Dalam kunjungannya ke Kelurahan Tanjung Palas dan Kelurahan Jaya Mukti, Paisal juga menyerahkan bantuan sembako. Kepada warga, dia menjamin situasi sudah aman. “Lokasi yang meledak sudah aman dan sudah mendapatkan penanganan oleh ahlinya. Jadi, masyarakat tak perlu risau lagi,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, warga yang sempat mengungsi juga sudah kembali ke rumah masing-masing. Meski, memang masih ada yang takut dan trauma. Karena itu, dia juga meminta camat, lurah, dan tokoh masyarakat, termasuk perwakilan Pertamina, agar memberikan edukasi dan penjelasan kepada masyarakat terkait dengan situasi terkini.

Senada, Lurah Tanjungpalas Untung Efendi menyebut situasi saat ini sudah aman terkendali. Warga yang sebelumnya mengungsi juga sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Kami berharap pihak Pertamina RU II Dumai bisa bertanggung jawab penuh akibat peristiwa ledakan yang mengakibatkan banyak rumah warga dan fasilitas umum rusak,” tuturnya. (azr/sol/MX12/c14/ttg/jpg) Editor : Novitri Selvia
#Pertamina RU II Dumai #nicke widyawati #relokasi warga #pt pertamina (persero) #Tanjungpalas #Depo Plumpang