Jenderal bintang tiga tersebut telah berpulang dalam usia 60 tahun, sekitar pukul 17.35 WIB di RS Siloam, Jakarta, Minggu (3/12/2023) akibat sakit yang dideritanya.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berdukacita dan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Letjen TNI (Purn) Doni Monardo. Presiden juga mendoakan almarhum agar diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Saya ingin menyampaikan atas nama pribadi dan pemerintah menyampaikan ucapan turut berdukacita, mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Bapak Jenderal Doni Monardo. Semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT, diberikan tempat yang terbaik di sisinya, diampuni segala dosa-dosanya,” ujar Presiden dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/12/2023).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) begitu berkabung ketika mendengar meninggalnya Doni Monardo. Doni dinilai sebagai pribadi yang sangat menghargai alam ini, berjasa dalam penanganan dan pengendalian pandemi, khususnya pada fase-fase awal.
Saat virus sudah terdeteksi masuk wilayah Indonesia, putra Minang itu menghabiskan satu setengah tahun untuk tinggal di kantor Graha BNPB demi totalitas menjalankan tugas, sekaligus menjaga keluarga di rumah agar tidak tertular Covid-19. Apalagi tugas Kepala Satgas yang terkadang berinteraksi langsung dengan penderita Covid-19.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan duka cita atas berpulangnya Doni Monardo. Ia sangat mengapresiasi dedikasi yang luar biasa dari almarhum dalam penanggulangan bencana alam dan non-alam, khususnya selama pandemi Covid-19.
“Kita kehilangan sosok pahlawan yang sangat berjasa dalam penanggulangan bencana, dan juga pengendalian Covid-19,” ujar Suharyanto sebelum bertolak menuju lokasi bencana di Kabupaten Humbang Hasundutan, Senin (4/12/2023).
Suharyanto menambahkan, sosok Doni menjadi keteladanan kita bersama. Legasi yang ditinggalkan menjadi perhatian semua pihak. Jargon ‘Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita’, merupakan wujud konkret Doni dalam menghargai kehidupan alam semesta. Ini diimplementasikan BNPB dengan berbagai upaya mitigasi vegetasi sebagai bentuk pengurangan risiko bencana.
Sementara itu, sebelum virus Covid-19 dinyatakan masuk ke Indonesia, Doni telah membuat berbagai perencanaan dan antisipasi. Rapat koordinasi antara kementerian/lembaga, TNI dan Polri dilakukan, khususnya mengantisipasi penyebaran virus melalui pintu masuk negara.
Selain itu, dia pun mengajak berbagai pihak dari entitas pakar dan multi disiplin ilmu untuk membahas kebijakan dan langkah-langkah pengendalian Covid-19, yang dikenal dengan sinergi pentaheliks.
Dalam penanganan bencana alam dan pandemi Covid-19, mantan Pangdam III/Siliwangi periode 2017-2018 mengingatkan ini menjadi tugas semua pihak. Penerima gelar doktor honoris causa dari Institut Pertanian Bogor ini mengajak berbagai unsur atau pentaheliks dalam penanggulangan bencana di Tanah Air.
Lebih lanjut, Suharyanto menyatakan BNPB berkabung selama tiga hari ke depan. Hal ini dimaksudkan agar segenap entitas penanggulangan bencana baik di tingkat pusat dan daerah bisa mengenang, mengapresiasi dan bersama-sama melanjutkan langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Almarhum.
“Sebelum bergabung dengan BNPB pada 2019, Pak Doni sudah dekat dengan alam,” tambahnya.
Doni Monardo ditunjuk menjadi Kepala BNPB pada periode 2019 hingga 2021. Sebelum berkarya di BNPB, beliau menjabat Sekretaris Jenderal Wantannas 2018 hingga 2019.
Almarhum Doni Monardo dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada hari ini, Senin (4/12). Prosesi pemakaman dengan cara militer dengan inspektur upacara Danpusterad Letjen TNI Teguh Muji Angkasa. Sebelum pemakaman, upacara pelepasan berlangsung di Balai Markas Komando Kopassus, Cijantung.
"Terima kasih atas jasa dan karya kemanusiaan untuk Indonesia. Selamat jalan Letjen TNI (Purn) Doni Monardo," ungkap Suharyono.
Dalam jejak kariernya, almarhum Doni Monardo juga permah bertugas sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tahun 2012-2014, Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Pangdam XVI/Pattimura, dan Pangdam III/Siliwangi.
Sahabat Almarhum Doni Monardo, Dr Aqua Dwipayana sangat berduka dan mendoakan agar Allah SWT menerima semua amal ibadah jenderal rendah hati itu dan masuk surga.
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana itu sejak pagi mengikuti prosesi pemakaman Doni Monardo. Mulai dari rumah duka di Tangerang Selatan, Makopassus Cijantung hingga Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.
"Selamat jalan Uda Doni. Saya sekeluarga selalu mengenang semua kebaikan Uda Doni kepada kami dan orang lain," ucap Dr Aqua sambil meneteskan air mata.(rel/esg)
Editor : Admin Padek