Pertemuan tersebut membahas isu-isu strategis terkait manajemen sumber daya manusia (SDM) aparatur, khususnya tenaga guru dan dosen.
“Kami membahas bagaimana pemenuhan ASN guru dan dosen. Kami juga membahas terkait karier guru dan dosen agar ke depannya jauh lebih menjanjikan, jelas, dan tidak rumit,” ujar Anas.
Anas menjelaskan bahwa arah kebijakan untuk pemenuhan aparatur sipil negara (ASN) tahun 2024 diprioritaskan salah satunya pada pemenuhan kebutuhan guru. Kementerian PANRB pun sudah menerima usulan formasi guru dari instansi daerah untuk pengadaan tahun ini.
Sebagai upaya pemenuhan 1 juta guru yang diusulkan oleh Kemendikbudristek, Kementerian PANRB telah menyusun beberapa terobosan kebijakan seleksi guru nasional.
“Terobosan ini telah berhasil meningkatkan tingkat keterisian formasi guru menjadi di atas 78 persen dari yang sebelumnya ada di kisaran 58 persen,” imbuh Anas.
Pada kesempatan yang sama, Nadiem Anwar Makarim menuturkan bahwa pemerintah terus berupaya untuk menyempurnakan tata kelola guru dan dosen melalui peningkatan kompetensi, distribusi, kesejahteraan, hingga pengembangan karier guru.
“Seperti yang dikatakan Pak Menpan tadi, kita ulik berbagai masukan-masukan untuk mengelola ASN kita terutama guru dan dosen di Indonesia, termasuk bagaimana agar karier dan kesejahteraan mereka terjamin,” pungkas Nadiem seperti dikutip dari laman Menpan.(rel)