Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir dan Longsor di Sulawesi Selatan: 14 Warga Meninggal, Puluhan Rumah Hanyut

Heri Sugiarto • Sabtu, 4 Mei 2024 | 14:18 WIB
Evakuasi korban banjir di Luwu, Sulawesi Selatan. (Foto: BNPB)
Evakuasi korban banjir di Luwu, Sulawesi Selatan. (Foto: BNPB)
PADEK.JAWAPOS.COM-
Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada Jumat (3/5) dini hari, telah menelan 14 korban jiwa.
 
Peristiwa ini terjadi di 13 kecamatan di Kabupaten Luwu, antara lain Suli, Latimojong, Suli Barat, Ponrang Selatan, Ponrang, Bupon, Larompong, Larompong Selatan, Bajo, Bajo Barat, Kamanre, Belopa, dan Belopa Utara. 
 
Ketinggian air banjir mencapai 1-3 meter.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, hingga Sabtu (4/5) pagi, 1.385 KK terdampak banjir dan 115 jiwa mengungsi di masjid dan rumah kerabat.

Kerugian materil akibat bencana ini tercatat antara lain 1.867 unit rumah terdampak, 103 unit rumah rusak berat, 42 unit rumah hanyut, 4 titik ruas jalan terdampak, 1 unit jembatan terdampak, 14 unit kendaraan roda dua dan empat terdampak, serta lahan persawahan dan perkebunan warga.

"Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Luwu, BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, dan tim lainnya masih melakukan pendataan di lapangan, evakuasi warga terdampak, dan memantau perkembangan situasi. Kondisi terkini, air banjir dilaporkan mulai surut," kata Muhari.

Banjir Rendam 33 Desa

Selain di Luwu, banjir merendam 33 desa di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan pada Jumat (3/5) pukul 03.03 WITA. Kejadian ini dipicu hujan deras sejak dini hari waktu Indonesia bagian tengah.

Berdasarkan informasi BNPB, tiga kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Keera, Kecamatan Pitumpanua, dan Kecamatan Tempe.

Ketinggian air berkisar antara 30 sentimeter sampai dengan tiga meter.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir kali ini. Kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo melaporkan 255 KK atau 655 jiwa di Kecamatan Keera terdampak.

Sementara itu jumlah warga terdampak di Kecamatan Pitumpanua dan Kecamatan Tempe masih dalam pendataan.

Untuk sementara, kerugian materil di Kecamatan Keera telah berhasil didata antara lain 215 unit rumah terdampak, tiga rumah hanyut, SMP Satap 4 dan SDN Lompoe 397 rusak berat, 30 hektar sawah terdampak, dan satu kilometer jalan tergenang banjir.

Personel BPBD Kabupaten Wajo masih berusaha mencapai titik lokasi banjir di Kecamatan Pitumpanua dan Tempe. Personil menghadapi kendala akses jalan yang sulit dilalui serta listrik yang padam.

Seiring cuaca yang masih turun hujan hingga malam hari ini, tim gabungan terus melakukan pemantauan kondisi terkini serta upaya penyelamatan dan evakuasi warga. Adapun kebutuhan mendesak saat ini adalah pemenuhan kebutuhan permakanan bagi warga terdampak.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#banjir sulawesi selatan #bnpb #korban banjir #longsor #banjir wajo #banjir luwu utara #banjir #sulawesi selatan