Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Nevi Ingatkan Kementerian Investasi dan BKPM: Investasi Harus Berdampak Positif ke Ekonomi Lokal

Heri Sugiarto • Rabu, 5 Juni 2024 | 09:35 WIB

Nevi saat menjadi pembicara seminar yang diselenggarakan Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). (Foto: Tim NZ)
Nevi saat menjadi pembicara seminar yang diselenggarakan Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). (Foto: Tim NZ)
PADEK.JAWAPOS.COM-Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Nevi Zuairina menekankan pentingnya diseminasi kebijakan kemitraan usaha nasional untuk penanaman modal 2024.

Hal itu diungkapkan Nevi saat menjadi pembicara seminar yang diselenggarakan Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Tujuan seminar ini untuk memperkuat iklim investasi di Indonesia serta mendorong partisipasi investor dalam pembangunan ekonomi negara.

Dalam seminar ini, Nevi Zuairina mengapresiasi capaian investasi 2023 yang berhasil melampaui target. Total realisasi investasi mencapai Rp1.418,9 triliun, mencerminkan kepercayaan tinggi investor terhadap potensi Indonesia sebagai tempat berinvestasi.

"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dari pemerintah pusat, daerah, serta para stakeholder terkait," tambahnya.

Data yang dirilis Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan bahwa realisasi investasi 2023 terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp744,0 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp674,9 triliun.

Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan peningkatan kuantitas, namun juga kualitas investasi di Indonesia.

Nevi Zuairina menegaskan bahwa target ambisius 2024 sebesar Rp1.650 triliun didukung oleh alokasi anggaran yang stabil dan kebijakan kondusif untuk investasi.

Hal ini termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus dan kawasan strategis seperti Batam, Bintan, dan Karimun, serta megaproyek Ibukota Negara (IKN) Nusantara.

Terkait IKN, Nevi Zuairina berharap investasi dapat terus menarik minat investor tanpa membebani APBN secara signifikan.

Dia juga menekankan pentingnya kebijakan penataan investasi asing yang tidak hanya membawa modal, namun juga transfer teknologi, penggunaan bahan baku lokal, dan penyerapan tenaga kerja Indonesia.

Dengan strategi yang tepat, proyek IKN diharapkannya dapat lebih banyak dibiayai oleh investor, mengurangi beban APBN, dan mendorong pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

“Saya mengapresiasi upaya Kementerian Investasi/BKPM dalam mengendalikan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan penyerapan tenaga kerja lokal. Investasi yang masuk harus memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal, khususnya dalam pemberdayaan UMKM dan penciptaan lapangan kerja,” ungkap Nevi Zuairina.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#ekonomi lokal #investasi IKN #realisasi investasi 2023 #bkpm #penanaman modal #pks #nevi zuairina #PMDN 2023 #Kementerian Investasi dan BKPM