BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 25 Juli di Beberapa Wilayah Indonesia

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Minggu, 21 Juli 2024 | 15:30 WIB
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca hujan lebat dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia dalam periode 18-25 Juli 2024. (Foto ilustrasi: Public Radio Tulsa)
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca hujan lebat dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia dalam periode 18-25 Juli 2024. (Foto ilustrasi: Public Radio Tulsa)
PADEK.JAWAPOS.COM-
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca hujan lebat dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia dalam periode 18-25 Juli 2024.

Kepala Pusat Meteorologi Publik, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adanya daerah tekanan rendah yang membentuk konvergensi memanjang dari Laut Filipina hingga perairan timur Filipina.

Daerah konvergensi lainnya terpantau di Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara bagian barat, Laut Seram, Laut Arafuru, dan Samudera Pasifik sebelah utara Papua.

"Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang," ujar Andri dalam keterangan persnya.

Baca Juga: Jalur Padang-Bukittinggi via Lembah Anai Resmi Dibuka, Truk Besar Dilarang Melintas

Selain itu, fenomena intrusi udara kering (dry intrusion) dari BBS melintasi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, yang mampu mengangkat uap air basah di depan batas intrusi menjadi lebih hangat dan lembab di Sulawesi bagian tengah, Maluku, dan Pulau Papua.

Andri menambahkan bahwa peningkatan kecepatan angin hingga mencapai >25 knot, juga terpantau di Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Samudera Hindia sebelah barat daya, hingga selatan Jawa Barat, Laut Jawa bagian tengah dan timur, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, Laut Halmahera, dan Laut Maluku, yang mampu meningkatkan tinggi gelombang di wilayah sekitar perairan tersebut.

Sedangkan, labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Papua Tengah, Papua dan Papua Pegunungan.

Baca Juga: Masyarakat dan Pengunjung Padati Pariaman, Saksikan Prosesi Tabuik Naik Pangkek

Secara umum, kata Andri, kombinasi fenomena-fenomena cuaca tersebut diprakirakan menimbulkan potensi cuaca signifikan dalam periode 18 - 25 Juli 2024.

Di antaranya berupa hujan sedang - lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terdapat di wilayah Sumatera Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

"Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan angin kencang di wilayah Banten, Jawa Barat, NTB, NTT, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua Tengah," ingatnya.

Kepada masyarakat di wilayah tersebut, BMKG mengimbau untuk senantiasa waspada dan siap-siaga.

"Utamanya apabila sedang berkendara ketika angin kencang terjadi karena dapat mengakibatkan baliho dan pohon tumbang atau menerbangkan material-material berbahaya," tambah Andri. (*)

Editor : Heri Sugiarto
prakiraan cuaca Cuaca Sumbar angin kencang bmkg sumatera barat hujan lebat cuaca Juli 2024 cuaca ekstrem peringatan dini