Gempa bumi pertama terjadi pukul 20:43:11 WIB dengan magnitudo 2,7, disusul pukul 21:18:13 WIB dengan magnitudo M3.4, dan gempa ketiga dengan magnitudo M3.2 pukul 23:37:28 WIB.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut memiliki karakteristik yang serupa.
Episenter gempa terletak di darat, berada 9-16 km Timur Laut Bukittinggi, dan memiliki kedalaman yang relatif dangkal, yakni sekitar 5 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Padangpanjang, Dr Suaidi Ahadi mengatakan gempa-gempa tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar Sianok.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Sianok," katanya.
Getaran gempa dirasakan oleh masyarakat Bukittinggi dengan skala intensitas II-III MMI atau dirasakan seperti ada truk yang melintas.
Meski demikian, BMKG memastikan bahwa kedua gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
"Hingga pukul 23.37 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 gempabumi susulan (aftershock)," kata Suaidi.
Meski belum ada laporan kerusakan, peristiwa ini cukup mengagetkan warga.
Yunaidi, salah seorang warga Gulaibancah, mengungkapkan bahwa ia merasakan getaran gempa tersebut. "Tidak ada kerusakan. Hanya saja, letak foto di dinding rumah bergeser," katanya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Ia juga meminta warga menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
"Pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan yang membahayakan sebelum kembali ke dalam rumah," ingat Suaidi.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk selalu mendapatkan informasi resmi terkait gempa bumi melalui kanal komunikasi resmi BMKG.(*)
Editor : Heri Sugiarto