PADEK.JAWAPOS.COM-Kemarin (12/8) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang seluruh menteri, Jaksa Agung, Kapolri, Panglima TNI, hingga Kepala BIN untuk berkumpul di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Agenda utamanya adalah rapat paripurna perdana di IKN, tepatnya di ruang rapat lantai empat Istana Garuda. Karena baru pertama mengadakan rapat di IKN, sebagian menteri terlihat sibuk mencari namanya yang ditempel di balik kursi.
“Hayo cari kursi masing-masing. Jangan geser!” seloroh Menpan-RB Abdullah Azwar Anas kepada para menteri.
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono juga tampak bingung. Beruntung, Menpora Dito Aryotedjo menunjukkan namanya. Kursi keduanya bersebelahan.
Dalam pengantarnya, Jokowi menjelaskan bahwa IKN dibangun dengan konsep forest city. Penuh dengan tumbuhan hijau.
IKN juga menerapkan prinsip-prinsip smart city, yakni kota yang ditopang teknologi dalam setiap aktivitasnya. “Juga liveable city, kota yang nyaman ditinggali,” ungkapnya.
Jokowi menyebutkan, indeks kualitas udara di IKN punya nilai 6. “Sehingga saat saya keluar kamar tadi pagi, langsung terasa udaranya segar sekali,” ucapnya.
Menkes Budi Gunadi menyebut, kualitas udara di IKN jauh lebih baik dari kota-kota besar di dunia. Misalnya, Singapura yang indeks kualitas udaranya di kisaran 54.
Bahkan Oslo yang digadang sebagai kota terbersih pun, nilainya 30. “Ini bisa membuat lebih awet muda,” ucapnya.
Dia berkelakar jika Menko Marvest Luhut Binsar Panjaitan dan Menkumham Yasona Laoli senang datang ke IKN. Namun, tidak semua menteri pernah ke IKN. Trenggono baru pertama kali menjejakkan kaki di IKN.
Dia sempat diwawancara oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Dalam kunjungan perdananya ini, dia mengaku senang. Namun dia punya satu permintaan. “Ini kurang lapangan golf,” ujarnya.
Menkeu Sri Mulyani juga berbagi pengalamannya tidur di Hotel Nusantara. Pada Minggu malam, seluruh menteri memang menginap di Hotel Nusantara.
Hotel itu baru selesai dibangun dan rencananya menopang operasional selama perayaan 17-an. “Masih bau cat,” ucapnya.
Ani –sapaan Sri Mulyani— datang Minggu sore. Dia menyebut ingin datang Minggu siang. Namun, tiket penerbangan ke Balikpapan sulit didapat. Memang, lonjakan penumpang pesawat yang menuju Balikpapan sangat terasa.
Saat Jawa Pos (grup Padang Ekspres) tiba di Bandara Sepinggang, Balikpapan, pada Minggu sore, terlihat bandara itu ramai. Mobil hilir mudik menjemput penumpang.
Pejabat Pengganti Sementara (PGS) Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Yuyun Wayunaningsih kemarin menyatakan, selama periode 8 sampai 10 Agustus, AP 1 yang merupakan pengelola Bandara Sepinggang mencatat ada 46.011 pergerakan penumpang.
“14.323 penumpang pada 8 Agustus, lalu 15.860 serta 15.828 penumpang pada 9 dan 10 Agustus,” tuturnya.
Keppres Pemindahan Ibu Kota
Hingga kemarin, Jokowi belum menandatangani keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemindahan ibu kota negara. Alasannya, pemindahan dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya menyangkut masalah administrasi. Tetapi juga mengenai kesiapan lapangan. Terutama infrastruktur dasar yang ada di ibu kota negara baru.
Hal itu disampaikan Jokowi saat mengajak Presiden Terpilih sekaligus Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berkunjung ke IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (12/8).
Jokowi mengklaim proses pemindahan ibu kota negara sangat bergantung pada kesiapan lapangan. “Mau pindah rumah saja kita itu waduh ribetnya, ini pindah ibu kota. Jadi jangan menggampangkan,” tegasnya dalam keterangan pers di hadapan awak media.
Sementara itu, Prabowo menegaskan kembali tekadnya untuk melanjutkan pembangunan IKN. “Pak Jokowi saya kira sudah mengambil peran sejarah. Beliau yang inisiasi, minimal saya lanjutkan. Kalau bisa, saya ikut menyelesaikan,” ujar Prabowo.
Dia juga mengakui bahwa pembangunan ibu kota bukanlah pekerjaan yang cepat dan mudah. Namun, dia optimistis bahwa dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, fungsi dari ibu kota sudah bisa berjalan dengan baik.
Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk berkantor di IKN setelah dilantik pada Oktober mendatang. “Namanya kalau ibu kota, ya presiden ada di ibu kota,” janjinya.
Istana Wapres Selesai Agustus 2025
Pembangunan infrastruktur pemerintahan di IKN dilengkapi secara bertahap. Giliran pembangunan Istana Wakil Presiden (Wapres) akan dibangun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Pembangunan Istana Wapres ini secara simbolis dilaksanakan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin kemarin melalui groundbreaking atau peletakan batu pertama.
“Pembangunan Istana Wakil Presiden adalah bentuk satu kemajuan Indonesia yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Diharapkan pembangunan ini dapat membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Ma’ruf Amin dalam keterangan tertulisnya. (lyn/kip/oni/jpg)
Editor : Novitri Selvia