Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, episenter gempa terletak pada koordinat 8,52° Lintang Selatan dan 115,35° Bujur Timur, tepatnya di darat, sekitar 2 kilometer timur laut Gianyar, Bali, dengan kedalaman 10 kilometer.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di darat.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat. Mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan sesar turun (normal fault)," ujarnya.
Guncangan akibat gempa ini dirasakan dengan intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Gianyar, serta III MMI di sejumlah wilayah lainnya, seperti Tabanan, Badung, Denpasar, Klungkung, serta beberapa daerah di Pulau Lombok, yaitu Mataram, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.
"Gempa Bali M4,9 menyebabkan hampir seluruh Pulau Bali merasakan getaran yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif ini," tambah Daryono seperti dikutip dari akun media sosial X-nya.
Gempa ini dirasakan para wisatawan yang berkunjung ke Bali.
Petani Australia yang sudah pensiun, James Dillon, menulis di X bahwa dia datang ke Bali untuk liburan yang menenangkan, tetapi malah terjadi gempa bumi.
"Sejauh yang saya lihat, tidak ada kerusakan di dekat sini," katanya seperti dilansir dari Dailymail.
Warga Amerika Todd Miller menulis bahwa ia merasakan gempa hari Sabtu.
'Kami sedang sarapan di dek kayu yang ditinggikan, lalu seluruh dek berguncang seperti ada gajah yang menabraknya,' tulisnya di media sosial.
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sesuai dengan hasil pemodelan yang dilakukan.
Hingga pukul 10.21 WITA, belum dilaporkan adanya gempa susulan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi terkait aktivitas gempa ini.(*)
Editor : Heri Sugiarto