Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BG Ikut Pembekalan, Sinyal PDIP Gabung Prabowo: Para Menteri Digembleng di Akademi Militer Magelang

Novitri Selvia • Kamis, 17 Oktober 2024 | 10:16 WIB
TUNGGAL: Calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra (kiri) berjabat tangan dengan Ketua DPR Puan Maharani (kanan) setibanya di ruang Komisi I. (FEDRIK TARIGAN/JPG)
TUNGGAL: Calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra (kiri) berjabat tangan dengan Ketua DPR Puan Maharani (kanan) setibanya di ruang Komisi I. (FEDRIK TARIGAN/JPG)

PADEK.JAWAPOS.COM-Para calon menteri kemarin dikumpulkan oleh Prabowo Subianto di Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor. Mereka mengikuti pembekalan sebelum ditetapkan dalam struktur kabinet.

Sesuai jadwal, pembekalan digelar dua hari hingga malam nanti (17/10).

Pada hari pertama kemarin, acara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu memiliki beberapa sesi. Antara lain, sambutan Prabowo, pengenalan materi geopolitik, materi kesuksesan sebuah negara, dan gross domestic product (GDP).

Gibran juga hadir pada acara itu. Namun, dia tidak ikut memberikan arahan. Total ada 59 orang yang mengikuti pembekalan. Di antara mereka terdapat sosok Budi Gunawan.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu dikenal sebagai orang dekat Megawati Soekarnoputri. Kemunculan BG sempat mengundang pertanyaan. Sebab, dia tidak ada dalam daftar nama yang dipanggil Prabowo di Kertanegara.

Menkominfo Budi Arie yang juga calon menteri di kabinet Prabowo mengatakan, BG menjadi satu-satunya yang hadir dari unsur PDIP. “Nggak ada (kader PDIP lainnya, red). Hanya Pak Budi Gunawan saja tadi yang terakhir (tiba),” ujarnya tadi malam usai pembekalan.

Masuknya BG dalam kabinet menguatkan isu merapatnya PDIP ke pemerintahan Prabowo. Apalagi, sehari sebelumnya, politisi senior PDIP Pramono Anung menemui Prabowo dengan membawa pesan Megawati. Namun, hingga berita ini ditulis tadi malam, baik Gerindra maupun PDIP belum mau mengkonfirmasi status BG di kabinet.

Politisi Gerindra yang juga Menkumham Supratman Andi Agtas saat ditemui di Hambalang tadi malam enggan mengomentari kehadiran BG. “Saya tidak berkompeten untuk menyampaikan siapa-siapa yang hadir,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada banyak materi yang akan menjadi pegangan para menteri Prabowo. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah semua menteri harus bekerja sesuai dengan tupoksi, saling berkoordinasi, dan menjalankan visi misi presiden.

Prabowo juga meminta jajarannya mendukung visi kemandirian pangan, energi, air, dan komoditas primer lainnya. “Beliau meminta kepada kami semua untuk tidak mencoba memanfaatkan APBN untuk kepentingan diri sendiri,” tegasnya.

Prabowo juga akan membawa para menterinya untuk menjalani penggemblengan di Akademi Militer Magelang. Menkominfo Budi Arie menyebut kegiatan itu digelar Jumat depan.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani juga tak mau berkomentar soal status BG dalam pembekalan menteri. Dia meminta publik menunggu Prabowo yang mengumumkan siapa saja figur yang akan membantunya di pemerintahan mendatang. “Kita tunggu presiden yang mengumumkan,” kata Puan.

Di sisi lain, Wapres Ma’ruf Amin berharap orang-orang yang dipanggil Prabowo adalah sosok yang tepat. Khusus bagi yang sekarang sudah menjadi menteri atau wakil menteri, diharapkan bisa langsung tancap gas untuk bekerja.

Ma’ruf mengatakan, sejak kampanye dulu, Prabowo mengusung tema keberlanjutan. Jadi, wajar jika banyak figur di Kabinet Indonesia Maju (KIM) yang kembali jadi menteri atau wakil menteri. “Harapannya mereka bisa maksimal membantu Pak Prabowo,” tandasnya. 

Herindra Resmi Gantikan BG

Sementara itu, setelah delapan tahun dinahkodai purnawirawan polisi, Badan Intelijen Negara (BIN) dipastikan kembali ke pangkuan militer. Itu setelah DPR menyetujui Letjen TNI (Purn) M. Herindra menjadi kepala baru di BIN menggantikan Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan.

Persetujuan itu diberikan setelah pimpinan DPR bersama tim perwakilan delapan fraksi DPR melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Herindra, kemarin (16/10). “Calon kepala BIN (Herindra) dinyatakan kami terima untuk bisa dilantik,” kata Ketua DPR Puan Maharani.

Pantauan Jawa Pos (grup Padang Ekspres), tahap fit and proper test calon kepala BIN dilakukan secara terutup di ruang Komisi I DPR. Saat tiba di DPR pukul 10.50 WIB, Herindra masuk ke dalam ruangan ditemani pimpinan DPR.

Yakni Sufmi Dasco Ahmad, Cucun A. Syamsurijal, Adies Kadier, dan Saan Mustopa. Uji kelayakan dan kepatutan itu selesai pukul 12.30 WIB.

Puan menambahkan, DPR meminta Herindra menjaga stabilitas NKRI. Wakil rakyat, kata Puan, juga meminta BIN bekerja secara netral. Tidak hanya tugas intelijen dalam negeri.

Tapi juga tugas intelijen luar negeri. Semua tugas prioritas itu, lanjut Puan, mesti dilakukan guna menjaga keutuhan negara.

Di sisi lain, Herindra mengatakan akan berkolaborasi untuk menjaga keutuhan negara. Mengenai strategi intelijen ke depan, Herindra irit berkomentar. “Nanti saja,” ujar Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) tersebut singkat.

Analis intelijen pertahanan dan keamanan Ngasiman Djoyonegoro menilai, kepala BIN saat ini harus memiliki pengalaman yang cukup untuk memahami dan merespons perkembangan global, regional, dan nasional. 

”Herindra, dengan latar belakang yang panjang di Kopassus dan Kementerian Pertahanan, saya kira adalah sosok yang tepat untuk mengembangkan BIN ke depan,” kata pria yang akrab dipanggil Simon itu.

Dia menambahkan, Herindra telah mendampingi Prabowo saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Dengan posisi tersebut, Simon menilai Herindra bisa memberikan keuntungan strategis bagi Prabowo.

“Karena akan terjadi proses komunikasi yang lebih efektif, cepat, dan responsif dalam mengolah informasi intelijen oleh Kepala Negara,” kata Simon.

Menurut dia, saat ini BIN menghadapi tantangan internal dan eksternal. Secara internal, BIN dituntut mampu merepresentasikan berbagai lembaga intelijen sebagaimana diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2011.

Artinya, ada komposisi yang proporsional di dalam pimpinan BIN, termasuk representasi dari kelompok berlatar belakang sipil. ”Ini supaya terjadi keberimbangan dalam melakukan analisa-analisa intelijen di dalam tubuh BIN itu sendiri,” kata Simon.

Sementara dari sisi eksternal, ada tantangan arus Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang kian hari kian masif. Serangan siber saat ini digunakan tidak hanya mencuri informasi rahasia, tapi untuk menyerang balik negara kita.

“Kita sering kecolongan dan belum siap menyikapi berbagai serangan siber ini,” imbuhnya. (far/tyo/wan/oni/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#puan maharani #budi gunawan #herindra #prabowo subianto #pembekalan calon menteri prabowo #Calon Menteri #Budi Arie