Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PVMBG Perluas Zona Bahaya Gunung Lewotobi Laki-Laki hingga 9 Kilometer

Heri Sugiarto • Minggu, 10 November 2024 | 18:27 WIB

Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores mengalami peningkatan yang signifikan. (Foto: BNPB)
Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores mengalami peningkatan yang signifikan. (Foto: BNPB)
PADEK.JAWAPOS.COM-Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores mengalami peningkatan yang signifikan, mendorong Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperluas zona bahaya.

Kini, zona aman sektor barat daya hingga barat laut diperluas dari radius 8 kilometer menjadi 9 kilometer.

Larangan ketat diberlakukan bagi masyarakat dan pengunjung untuk tidak beraktivitas dalam radius 7 kilometer dari puncak erupsi serta 9 kilometer khusus sektor barat daya-barat laut.

Data PVMBG mencatat rentetan erupsi eksplosif besar terjadi dalam dua hari terakhir.

Pada Jumat, 8 November 2024, Gunung Lewotobi Laki-Laki melontarkan kolom erupsi setinggi 5.000 meter di atas kawah pada pukul 01:25 WITA, disusul awan panas yang menjangkau 3.000 meter ke arah timur laut.

Selanjutnya, erupsi susulan berlangsung pada pukul 07:48, 10:23, 10:44, dan 13:14 WITA dengan tinggi kolom berkisar antara 1.000 hingga 2.500 meter.

Puncaknya, erupsi besar pada pukul 13:55 WITA menghasilkan kolom setinggi 8.000 meter yang condong ke barat daya hingga barat laut.

Pada Sabtu pagi, 9 November 2024, pukul 04:47 WITA, Gunung Lewotobi kembali mengalami erupsi dengan kolom setinggi 9.000 meter berwarna coklat keabu-abuan yang mengarah ke barat daya dan barat laut, disertai awan panas yang mencapai jarak 2.000 meter.

Erupsi susulan terjadi sepanjang hari pada pukul 07:16, 08:50, 11:23, 12:33, 12:53, 15:08, 16:40, 18:15, dan 19:42 WITA dengan tinggi kolom antara 1.000 hingga 6.000 meter.

Siapkan Titik Pengungsian Tambahan

Melihat semakin luasnya cakupan zona bahaya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuka titik pengungsian tambahan di Kabupaten Flores Timur. SDK Eputobi di Kecamatan Titehena mulai menerima pengungsi sejak Jumat sore (8/11).

BNPB melaporkan pada Sabtu pagi, sebanyak 1.049 orang dari tujuh desa telah mengungsi.

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto, menjelaskan, BNPB bekerja sama dengan berbagai pihak menyediakan layanan pengungsian optimal.

Di SDK Eputobi, BNPB menyiapkan tenda tambahan apabila gedung sekolah tidak mampu menampung pengungsi yang terus berdatangan.

Perlengkapan dasar seperti matras, kasur lipat, selimut, dan peralatan kebersihan telah didistribusikan.

BNPB juga memastikan ketersediaan makanan, minuman, obat-obatan, serta tenaga kesehatan di lokasi pengungsian.

Air bersih dipenuhi melalui tandon air, sementara untuk kebutuhan sanitasi, warga desa setempat mengizinkan penggunaan kamar mandi mereka oleh pengungsi hingga toilet portable tersedia.

Bantuan logistik terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk layanan kesehatan dan dukungan psikososial dari guru-guru setempat.

Para tenaga kesehatan aktif memberikan pengobatan bagi pengungsi, sementara guru-guru menciptakan aktivitas bermain, bernyanyi, dan bercanda untuk menghibur anak-anak.

Dapur Umum Beroperasi

Bantuan makanan di dapur umum mulai berjalan lancar, dengan ibu-ibu warga setempat bertugas menyiapkan hidangan untuk para pengungsi.

Siswa sekolah juga secara sukarela membantu mendistribusikan logistik di area pengungsian.

Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Lewotobi, PVMBG dan BNPB mengimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan yang diberlakukan demi keselamatan.

Pemerintah akan terus memperbaharui informasi terkait aktivitas gunung ini dan memastikan layanan optimal bagi para pengungsi.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Gunung Lewotobi Laki-laki #bnpb #pengungsian #flores #aktivitas vulkanik #pvmbg #zona bahaya