Penutupan jalan tersebut dilakukan untuk mempercepat proses perbaikan infrastruktur jalan de tour dan jembatan Bailey di lokasi tersebut yang jebol beberapa hari lalu akibat hujan deras.
Dengan ditutupnya akses jalan tersebut, kecuali roda dua, maka pengendara dari Sumbar dan Riau diarahkan melewati jalur alternatif, yakni jalan Lipat Kain-Kuansing-Kiliran Jao.
Begitu pula sebaliknya bagi pengendara dari arah Sumbar, masuk lewat Kiliran Jao.
Macet di Jalur Alternatif
Berdasarkan informasi yang dihimpun, banyaknya jumlah kendaraan yang melintas di akhir pekan ini, membuat jalur alternatif Kiliran Jao tersebut sore ini macet. Baik Kendaraan pribadi maupun truk angkutan barang.
"Bertambah parah macet di Kiliran Jao. Kendaraan yang melintas didominasi mobil dari Sumbar dan Riau," kata seorang pengendara dari Riau, Nazir Fahmi yang sehari sebelum terjebak berjam-jam di jalan Koto Kampar ketika hendak ke Padang.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi Satlantas Kampar, Minggu (1/12/2024), belum diketahui pasti kapan jalan di KM 106/107 Koto Kampar akan selesai.
"Jika jalan sudah dibuka, kami informasikan lagi update-nya," jawab admin media sosial Satlantas Polres Kampar, itu.
Penutupan jalan di Koto Kampar ini terjadi setelah kemacetan parah melanda jalur tersebut pada Sabtu (30/11/2024), dengan antrean kendaraan yang mengular hingga mencapai 5 kilometer.
Banyak pengendara terjebak dalam kemacetan hingga berjam-jam. Salah satu pemicunya ada kendaraan yang patah as.
Percepat Perbaikan Jalan
Penutupan jalan diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan infrastruktur demi meningkatkan kualitas jalan dan layanan bagi pengguna jalan.
Seorang netizen memberikan masukan agar dibuka juga penerbangan dari Riau dan Sumbar agar bisa membantu mengatasi kondisi yang tidak terduga, seperti saat ini.
"Ayolah buka penerbangan Padang-Pekanbaru. Pasti banyak peminatnya," komentar akun Jemmy Sanjaya yang aktivitasnya pekerjaannya tahun ini melintasi jalur ini.(*)
Editor : Heri Sugiarto