Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pendidikan dan Kesehatan jadi Prioritas APBN 2025

Novitri Selvia • Rabu, 11 Desember 2024 | 10:40 WIB

JAGA STABILITAS: Prabowo Subianto menghadiri acara penyerahan secara digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Anggaran 2025.(BPMI SETPRES/MUCHLIS JR)
JAGA STABILITAS: Prabowo Subianto menghadiri acara penyerahan secara digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Anggaran 2025.(BPMI SETPRES/MUCHLIS JR)

PADEK.JAWAPOS.COM-Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara penyerahan secara digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025.

Meski disusun pada masa pemerintahan Joko Widodo, DIPA dan TKD itu telah mengakomodasi program-program Prabowo.

Dalam laporannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa penyusunan APBN 2025 telah melalui tahap konsultasi dengan berbagai pihak.

“Pemerintah bersama DPR telah melakukan komunikasi dan konsultasi dengan presiden terpilih agar program pembangunan prioritas dapat diakomodasi secara optimal dalam APBN 2025,” ujar perempuan yang akrab disapa Ani itu.

Dia menyatakan, Indonesia mampu mempertahankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dengan menjaga stabilitas.

Gejolak krisis global dan pandemi Covid-19, menurut dia, membuat kondisi ekonomi tidak mudah dilalui. “APBN 2025 disusun dengan asumsi perkembangan dan proyeksi ekonomi 2025 yang dinamis dan penuh ketidakpastian geopolitik,” ucapnya.

Kondisi ekonomi tahun ini, kata Ani, cukup baik sehingga akan menjadi pijakan untuk akselerasi target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi 2025. Bahkan, Ani yakin tahun ini menjadi pijakan yang baik untuk lima tahun ke depan.

“Pemerintah dan DPR telah menyepakati belanja negara tahun 2025 sebesar Rp 3.621,3 triliun. Meningkat 8,9 persen dibandingkan APBN 2024. Belanja pemerintah pusat mencapai Rp 2.701,4 triliun,” jelas Ani.

Belanja pusat itu ditujukan untuk mendorong program prioritas pemerintahan di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ketahanan pangan dan energi, serta perumahan.

Ani menyatakan, program unggulan pemerintahan Prabowo yang diakomodasi dalam APBN 2025 adalah makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, renovasi sekolah, sekolah unggulan terintegrasi, serta terciptanya lumbung pangan nasional daerah dan desa.

Sementara itu, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama dalam alokasi anggaran 2025.

“Di Indonesia alokasi terbesar adalah pendidikan. Demikian kita menempatkan pendidikan sebagai prioritas dan kita yakin melalui pendidikan dan pelayanan kesehatan inilah, jalan keluar sesungguhnya dari kemiskinan,” jelas Prabowo.

Dia mengungkapkan, perlindungan sosial, bantuan sosial, dan subsidi akan menjadi langkah-langkah menuju kebangkitan ekonomi melalui hilirisasi. Namun, pendidikan dan kesehatan tetap menjadi pilar utama untuk terhindar dari kemiskinan.

“Makan bergizi juga hal yang strategis. Kita selamatkan anak-anak, tapi dengan itu kita akan memberdayakan ekonomi pedesaan, ekonomi kecamatan, ekonomi kabupaten, dan ekonomi provinsi. Puluhan triliun akan beredar di daerah-daerah,” tuturnya.

Prabowo menegaskan pentingnya subsidi dan perlindungan sosial yang tepat sasaran. Saat ini pemerintah merumuskan langkah-langkah untuk memastikan bahwa bantuan sosial dapat dirasakan secara adil dan merata. (lyn/c7/oni/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#tkd #sri mulyani indrawati #APBN 2025 #pendidikan dan kesehatan