PADEK.JAWAPOS.COM-Kesiapan seluruh sektor energi dipastikan dalam menghadapi momen Natal dan tahun baru (Nataru). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, pasokan bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga listrik dipastikan terjaga.
Empat aspek utama terkait energi dan mitigasi bencana telah menjadi fokus perhatian. “Aspek pertama adalah ketersediaan BBM yang harus tersuplai sampai daerah-daerah 3T,” ujarnya saat ditemui di kantor BPH Migas kemarin (19/12).
Kedua, kesiapan pasokan listrik juga menjadi prioritas untuk mendukung aktivitas masyarakat. Bahlil memastikan agar suplai listrik berjalan lancar selama perayaan Nataru.
Ketiga, ketersediaan LPG turut menjadi perhatian penting. Pemerintah berupaya memastikan agar kebutuhan LPG masyarakat terpenuhi tanpa hambatan selama periode libur panjang ini.
Aspek keempat adalah mitigasi risiko tanah bergerak dan aktivitas gunung berapi, terutama di wilayah rawan bencana. Bahlil melaporkan bahwa kondisi sebagian besar gunung berapi terkendali.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati menambahkan, secara umum kondisi ketahanan stok BBM aman, baik gasolin, gas oil, kerosene, maupun avtur. Ketahanan stok di angka 18–20 hari.
Sepanjang posko Nataru, BPH Migas dan Pertamina akan menyiagakan 115 terminal BBM, 7.786 unit SPBU, 414 SPBUN, 55 SPBG, 6.802 Pertashop, 357 agen minyak tanah, dan 71 DPPU.
“Proyeksi penyaluran produk BBM selama Natal dan tahun baru, gasolin akan mengalami kenaikan 5 persen, gas oil turun 3,3 persen, dan avtur naik 6,9 persen,” ujarnya.
Erika melanjutkan, prognosis ketahanan stok LPG nasional dalam kondisi aman dengan rata-rata 17 hari. Kondisi stok LPG dipertahankan tetap stabil selama periode Natal dan tahun baru. Pihaknya juga menyiapkan agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam, khususnya di wilayah dengan demand tinggi.
Kementerian ESDM dan Pertamina pun telah menyiagakan 32 terminal LPG, 740 SPPBE, dan 6.478 agen LPG.
“Secara umum, penyaluran gas bumi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang diperkirakan mencapai 853 bbtud selama periode Nataru kepada 3.265 pelanggan komersial dan industri, 2.508 pelanggan kecil, serta 810.000 pelanggan rumah tangga jargas,” tambah Erika.
Sementara itu, KAI Wisata meluncurkan KA Java Priority rute Stasiun Gambir Jakarta–Stasiun Jogjakarta kemarin (19/12). Kereta api itu akan dioperasikan selama 17 hari sejak kemarin (19/12) hingga 5 Januari 2025. KA Java Priority merupakan kereta api premium dengan kapasitas 190 setiap perjalanannya.
Direktur Utama PT KAI Wisata Hendy Helmy menuturkan, selama masa Nataru, terdapat 6.480 kursi yang tersedia. KA premium tersebut terdiri atas satu gerbong dining on train, dua gerbong imperial, dan lima gerbong priority.
Menurut dia, KA Java Priority diharapkan memberikan pengalaman perjalanan yang eksklusif sekaligus mendorong sektor wisata di Jogjakarta. “Yogyakarta merupakan destinasi wisata dalam dan luar negeri. Karena banyak wisatawan asing yang ke Yogyakarta,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Yogyakarta International Airport (YIA) memprediksi puncak arus libur Nataru terjadi hari ini (20/12) dan besok (21/12). General Manager YIA Ruly Artha menyampaikan, diperkirakan ada 19.600 penumpang yang memadati YIA.
“Kami memperkirakan jumlah penerbangan mengalami kenaikan dari 82 menjadi 90 penerbangan,” ucapnya seperti dikutip Jawa Pos Radar Jogja.
Mayoritas maskapai menerapkan pengaktifan slot penerbangan yang dimiliki. Beberapa perusahaan penerbangan juga menyiapkan pesawat berbadan lebar dengan jumlah seat lebih banyak.
Tujuannya, mengakomodasi kebutuhan penumpang pada libur Nataru. “Pergerakan penumpang tentu berdampak pada layanan kargo,” ujarnya. (dee/idr/gas/c19/dio)
Editor : Novitri Selvia