Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bertemu Meutya Hafid, Menteri Cantik yang Dipuji Pintar oleh Presiden Prabowo: Dari AI Hingga Hilirisasi Digital

M Fajar Rillah Vesky • Senin, 6 Januari 2025 | 09:29 WIB

M Fajar Rillah Vesky saat bertemu Menkomdigi Meutya Hafid di acara Upgrading Nasional Legislator Partai Golkar di Jakarta.
M Fajar Rillah Vesky saat bertemu Menkomdigi Meutya Hafid di acara Upgrading Nasional Legislator Partai Golkar di Jakarta.
Dipuji pintar oleh Presiden Prabowo Subianto, Menkomdigi Meutya Hafid, tak hanya fokus dengan restrukturisasi organisasi. Mantan wartawan perang itu serius menggiatkan literasi Artificial Intelligence, membangun infrastruktur digital dan transformasi digital. Seperti apa?

Catatan: M Fajar Rillah Vesky, Anggota DPRD Limapuluh Kota

Tahun 2024 sudah berlalu. Pada pengujung tahun nan riuh itu, tepatnya Desember lalu, Presiden Prabowo Subianto, buka-bukaan soal jabatan menteri dalam Kabinet Merah Putih. Menurut Prabowo, partai paling banyak kadernya dalam kabinet, mungkin memang Partai Golkar.

Setidaknya, ada delapan kader partai berlambang pohon beringin menjadi menteri. Kemudian, ada pula tiga kader Partai Golkar dilantik sebagai wakil menteri, satu penasehat presiden, dan satu gubernur tanpa Pilkada, yakni Gubernur Lemhanas, TB. Ace Hasan Syadzily.

Prabowo memastikan, banyaknya kader Golkar dalam kabinet, bukan karena dia takut sama parpol tertua di Asean itu. "Takut sama Golkar? Saudara kok ditakuti. Ya kan? Tapi, memang kader yang disodorkan, baik-baik," ujar Prabowo saat berpidato di puncak ultah Partai Golkar.

Prabowo menyebut nama Meutya Hafid. Kader Golkar yang kini Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi). "Ada yang disodorkan ke saya Menteri Komdigi, Ibu Meutya. Saya lihat riwayat hidupnya, lulus universitas jurusan fisika. Berarti, pintar anak ini. Karena saya sudah Presiden, saudara tak boleh tanya, fisika saya dulu berapa. Awas, kalo tanya," kelakar Prabowo.

Presiden kembali menegaskan, calon menteri yang disodorkan Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, memang orang hebat semua. "Yang diajukan orang hebat-hebat, bagaimana? Saya kira, itu kunci kepemimpinan. Yang disodorkan, harus orang yang terbaik," kata Prabowo.

Bertemu Meutya Hafid

Sehari sebelum Prabowo memuji Meutya Hafid, saya bertemu sang menteri. Tapi, menteri cantik yang pernah diculik milisi bersenjata Mujahidin di Irak ISIS itu, belum tentu ingat pertemuan kami. Namanya juga menteri. Tiap hari, pasti ada yang datang menemui dan minta selfie. Sudah barang tentu, tak semuanya lekat di hati.

Makanya, saya menulis catatan kaki ini. Paling tidak, lewat tulisan, Meutya Hafid ingat, saat dia menjadi pembicara dalam "Upgrading Nasional Legislator Partai Golkar" di Jakarta, saya yang pernah menjadi wartawan seperti dirinya, walau dalam skala dan kapasitas jauh berbeda, ikut-ikutan berbicara dalam forum tersebut.

Saya sampaikan keprihatinan mendalam kepada Meutya Hafid atas peristiwa dan dinamika di Kemenkomdigi, beberapa waktu belakangan ini. Saya yakin, ulah segelintir oknum terkait judol (judi online), tidak melunturkan komitmen Kemenkomdigi, dalam mempercepat pemerataan infrastruktur digital. Agar rakyat merasakan manfaat teknologi internet yang lebih inklusif.

Saya sampaikan, kasus judol yang diduga melibatkan oknum pegawai Kemenkomdigi, tentu tidak menyurutkan semangat Meutya dalam fokus pengamanan data pribadi masyarakat. Selaras dengan UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Termasuk memastikan ruang internet yang ramah untuk publik dan anak-anak.

Sebagai anggota DPRD yang belum apa-apa dari Limapuluh Kota, Sumatera Barat, saya tidak lupa menyampaikan harapan dari kabupaten saya teruntuk Meutya Hafid. Saya bilang, saat Kemenkomdigi masih bernama Kemenkominfo, ada program bernama smart city (kota pintar).

Kabupaten Limapuluh Kota, termasuk 50 daerah yang dijadikan percontohan. Saya bersaran, smart city kembali jadi fokus perhatian. Tentu dengan harapan, ada tambahan program pendampingan untuk Kabupaten Limapuluh Kota yang pernah menjadi penyambung nafas Republik Indonesia, semasa Agresi Militer II Belanda 1948-1949.

Meutya Viada Hafid yang masih penat sepulang kunjunganya ke Jogyakarta, mencatat apa yang saya sampaikan. Seperti halnya dia mencatat masukan sejumlah legislator dari belahan timur Indonesia. Semoga catatan itu dibawa Meutya ke meja kerjanya dan menjadi program nyata.

Giatkan Literasi Artificial Intelligence

Dalam diskusi dengan legislator Partai Golkar se-Indonesia, Meutya menyebut, Kemenkomdigi sedang menggiatkan literasi tentang Artificial Intelligence (AI). Ini cabang ilmu komputer yang berfokus pada pengembangan sistem atau tugas-tugas mesin yang mampu melakukan yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia.

Menurut Meutya Hafid, kebijakan Kemenkomdigi menggiatkan literasi tentang AI akan membuka peluang lapangan kerja masa depan. Akan menciptakan talenta-talenta digital yang baru. Baik sebagai ahli perangkat kerasnya. Maupun ahli dalam pemanfaatan teknologi. Saya salut dengan semangat Meutya untuk ini.

Namun, saya mengusulkan kepada Meutya, semangat menggiatkan literasi tentang AI, perlu dibarengi dengan regulasi tata kelola internet yang sehat di Indonesia. Karena kecanggihan teknologi AI, rawan dimanfaatkan untuk membuat konten informasi berbau "deepfake" atau konten-konten politik "Ai-deepfake".

Meutya mengaku sependapat soal tata kelola internet yang sehat. Namun, sarjana jebolan Australia dan doktor tamatan Universitas Indonesia ini belum berkomentar terkait konten politik "Ai-deepfake". Sebagai mantan jurnalis, Meutya tentu paham resiko "Ai-deepfake". Karena sulit dibedakan batas realitas dengan imajinasi.

Sehingga membuat publik kerap kebingungan akan informasi di internet. Ujung-ujungnya terjadi kekaburan informasi. Atau apa yang disebut "Blur" oleh empu jurnalistik dan pakar komunikasi Amerika Serikat, Bill Kovach dan Tom Rosentiel. Hal ini, bila dikupas, bisa melebar ke mana-mana. Bisa pula dikaitkan dengan keluhan Presiden Prabowo, soal banyaknya hoaks di media sosial.

Transformasi Digital dan Komitmen Hilirisasi

Selain menggiatkan literasi tentang Artificial Intelligence, Meutya Hafid menyebut, Kemenkomdigi baru saja melaksanakan restrukturisasi organisasi. Di mana kini ada
penambahan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital yang fokus pada pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan internet.

Bersamaan dengan restrukturisasi itu Kemenkomdigi serius membangun infrastruktur digital. Menurut Meutya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pembangunan infrastruktur digital, menjadi salah satu prioritas utama. Pemerintah akan terus memperluas jaringan internet berkecepatan tinggi ke seluruh pelosok Indonesia. Termasuk jaringan ke seluruh daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Bukan itu saja, Meutya Hafid mengatakan, Kemenkomdigi sedang fokus melaksanakan kebijakan transformasi digital. Dalam pembangunan infrastuktur digital ini, pemerintah berkomitmen terhadap hilirisasi digital, yang melibatkan pengembangan perangkat keras, jaringan, dan aplikasi digital berbasis teknologi dalam negeri. Prioritasnya, termasuk pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), IoT, dan robotika.

Terakhir, Meutya Hafid menyampaikan, Kemenkomdigi punya kebijakan literasi digital. Kebijakan ini sangat strategis dan menjadi prioritas untuk mendukung ruang digital yang sehat dan aman. "Literasi Digital dengan tagline Indonesia Makin Cakap Digital adalah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan keterampilan masyarakat, dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman, dan produktif," kata Meutya Hafid.

Tentu saja, kerja Meutya Hafid bersama Kemenkomdigi, belum selesai. Belum apa-apa. Jalan masih panjang dan berliku. Semoga saja, Meutya bisa melaluinya dengan pintar. Sepintar yang dipujikan Presiden Prabowo Subianto terhadap dirinya. (***)

Editor : Hendra Efison
#Menteri Cantik yang Dipuji Pintar oleh Presiden Prabowo #artificial intelligence #M Fajar Rillah Vesky #meutya hafid #ai #hilirisasi digital