Pencapaian monumental perusahaan plat merah ini terlihat dari ekspansi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang kini membentang sepanjang 1.042 kilometer, menghubungkan delapan provinsi di Pulau Sumatera. Kehadiran JTTS tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga membuka akses strategis ke berbagai kawasan ekonomi dan simpul transportasi.
Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto mengungkapkan bahwa performa perusahaan pada tahun 2024 melampaui ekspektasi.
"Kami berhasil meraih kontrak senilai Rp34,84 triliun hingga Desember 2024, meningkat 17% di atas target RKAP sebesar Rp28,91 triliun," terangnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/1/2025).
Portofolio kontrak yang diperoleh didominasi sektor Jalan dan Jembatan dengan kontribusi 84,39%, diikuti sektor Sumber Daya Air (SDA) sebesar 7,83%, dan sektor Gedung menyumbang 3,96%.
Prestasi ini diperkuat dengan keberhasilan meraih proyek-proyek strategis seperti Pembangunan Budidaya Udang Terintegrasi senilai Rp7,11 triliun melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) Adhi-HK-Minarta, serta Proyek Pembangunan Gedung Jampidsus bernilai Rp318 miliar.
Terobosan signifikan juga dicapai melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena segmen Mamberamo-Elelim dengan nilai investasi Rp3,3 triliun.
Hutama Karya juga dipercaya menangani proyek Flyover Panorama I di Sumatera Barat, keduanya menggunakan skema Design, Build, Finance, Operate, Maintain, and Transfer (DBFOMT).
Sepanjang tahun 2024, berbagai proyek infrastruktur berhasil dirampungkan, mencakup Universitas Malikussaleh di Aceh, RSIA Sardjito di Yogyakarta, dan beberapa proyek di Bali seperti Menara Turyapada, RSIA Ngoerah, serta Relayout RSUP Sanglah.
Di sektor SDA, perusahaan menuntaskan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kobema di Bengkulu dan Pengamanan Pantai NCICD di Jakarta.
Kemajuan pesat juga terlihat pada infrastruktur transportasi dengan diselesaikannya Jalur Kereta Api Lintas Medan–Binjai, Underpass Joglo di Surakarta, dan pelebaran jalan Soreang–Rancabali–Cidaun. Sektor ketahanan energi diperkuat melalui penyelesaian PLTGU Muara Tawar 650 MW di Bekasi dan PLTGU Tambak Lorok 779 MW di Semarang.
Pada tahun 2024, JTTS bertambah sepanjang 83,9 kilometer, mencapai total 1.042 kilometer. Pencapaian ini menandai satu dekade penugasan pembangunan JTTS melalui Perpres Nomor 100 Tahun 2014 yang telah diperbarui dengan Perpres Nomor 42 Tahun 2024.
Ruas-ruas tol baru yang diresmikan sepanjang 2024 meliputi Jalan Tol Indrapura–Kisaran seksi I dan Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, Pekanbaru–Padang ruas Bangkinang–Pangkalan, Sigli–Banda Aceh, serta Binjai–Pangkalan Brandan. Menjelang pergantian tahun 2024/2025, Hutama Karya mengoperasikan tol pertama di Sumatera Barat, yakni Padang–Sicincin sepanjang 36,6 kilometer.
Keberlanjutan pengembangan JTTS diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) untuk ruas tahap II, termasuk Betung–Jambi dan Palembang–Betung.
"Langkah strategis ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan efisiensi logistik antara Palembang dan Jambi," tegas Budi.
Kinerja operasional JTTS tercermin dari peningkatan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR). Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung mencatat LHR 9.297 kendaraan per hari, naik 5,27% dari tahun sebelumnya. Sementara Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Selatan mencapai 145.053 kendaraan per hari, meningkat 8,72%.
Hutama Karya terus berinovasi melalui pengembangan sistem digital "HK SHIELD" untuk manajemen QHSSE yang lebih efektif. Prestasi ini mengantarkan perusahaan meraih penghargaan The Best Company Concerned QHSE di ajang Indonesia QHSE Sustainability for Business Awards 2024.
Transformasi digital konstruksi diperkuat dengan implementasi Mobile Laser Scanner dan Advanced Standard Library untuk Building Information Modelling (BIM).
Inovasi ini menghasilkan berbagai penghargaan internasional, termasuk BIM 5D Multi-Project Software Utilization Award dan Grand Winner Better World Builder of the Year Award.Dengan total aset mencapai Rp169,7 triliun, Hutama Karya memantapkan posisinya di jajaran 10 BUMN terbesar.
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan apresiasi atas capaian ini. "Upaya Hutama Karya dalam pengembangan JTTS sejalan dengan komitmen kami memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur," ungkapnya. (*)
Editor : Adetio Purtama