Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sambut Pembangunan Tol Sicincin-Payakumbuh-Pangkalan, Ini Masukan Pakar Ekonomi dan Transportasi

Heri Sugiarto • Kamis, 16 Januari 2025 | 14:18 WIB

Jalan tol Padang-Pekanbaru Seksi Padang-Sicincin yang telah dibuka fungsional sementara pada momen Nataru lalu. (Foto : Dokumentasi HKI)
Jalan tol Padang-Pekanbaru Seksi Padang-Sicincin yang telah dibuka fungsional sementara pada momen Nataru lalu. (Foto : Dokumentasi HKI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah memastikan kelanjutan pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Payakumbuh-Pangkalan sepanjang 118 kilometer.

Pembangunan tol tersebut menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025. Proyek strategis ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarprovinsi Sumbar dan Riau.

Kepastian pembangunan tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Era Sukma Munaf, dalam rapat koordinasi yang digelar pada Senin (13/1) lalu di Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumatera Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Era Sukma Munaf menyebutkan bahwa Pemprov Sumbar tengah mempersiapkan trase alternatif untuk segmen Sicincin-Payakumbuh-Pangkalan melewati Kabupaten Tanahdatar, guna menghindari jalur padat penduduk dan wilayah rawan, seperti jalur gempa Patahan Semangka.

Alternatif trase ini diajukan ke Direktorat Jenderal Pekerjaan Umum dan PT Hutama Karya (HK) untuk memastikan keselamatan dan kelancaran pembangunan tol tersebut.

Era Sukma mengatakan, pada 2025, proyek tol Sicincin-Pangkalan akan memasuki tahap finalisasi desain, anggaran, dan jadwal pelaksanaan.

"Proses tender direncanakan dimulai pada Februari 2025," imbuhnya didampingi Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi. 

Masukan Pakar Ekonomi dan Transportasi

Pengamat ekonomi dari Universitas Andalas (Unand) Syafruddin Karimi menyatakan bahwa percepatan pembangunan Tol Sicincin-Payakumbuh-Pangkalan dalam RPJMN merupakan langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas antarprovinsi.

Tol ini, katanya, dapat mempercepat distribusi barang dan jasa, mengurangi biaya logistik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Sumbar dan Riau.

Terkait peralihan jalur tol dari Bukittinggi ke Tanahdatar, Syafruddin menilai bahwa keputusan ini perlu dikaji secara matang.

Meskipun Tanahdatar memiliki potensi wisata dan ekonomi besar, Bukittinggi tetap menjadi pusat ekonomi dan wisata utama di Sumbar.

"Pengalihan jalur tol harus mempertimbangkan dampaknya terhadap keseimbangan pembangunan wilayah, dengan tujuan utama memastikan konektivitas ekonomi yang optimal antara Sumbar dan Riau," kata Syafruddin Karimi.

Menurut Syafruddin, percepatan realisasi pembangunan tol Sumbar-Riau sangat diperlukan untuk meminimalkan kendala pembebasan lahan yang bisa menghambat proyek ini.

"Pemerintah diharapkan dapat mengatasi kendala tersebut melalui pendekatan persuasif, transparansi, dan kompensasi yang adil kepada masyarakat," ingatnya.

Pengamat Transportasi Yosritzal mengungkapkan perlunya dikaji tantangan besar dalam proyek ini jika melewati Tanahdatar, yaitu ancaman lahar dingin dari Gunung Marapi dan dampak aktivitas patahan Semangka.

Menurutnya, konstruksi jalan tol yang melintasi daerah rawan bencana memerlukan perencanaan matang.

"Selama masa konstruksi dan setelah jalan tol beroperasi, perlu disediakan jalur khusus untuk mengantisipasi gangguan akibat lahar dingin agar tidak mengganggu fungsi utama jalan," tambahnya.

Dengan berbagai tantangan yang ada, Yosritzal mengingatkan bahwa pembangunan jalan tol harus memperhatikan titik-titik rendah di sepanjang jalan untuk mencegah terjadinya banjir, seperti yang terjadi di beberapa daerah di Jawa.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Era Sukma Munaf #pakar transportasi #Syafruddin Karimi #Tol Padang - Pekanbaru #Tol Sicincin Payakumbuh Pangkalan #Yosritzal #RPJM 2025 #pengamat ekonomi