Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dukung Pertamina Beli Minyak Jelantah dari Masyarakat, Nevi: Fasilitasnya Jangan di Kota Saja

Heri Sugiarto • Kamis, 23 Januari 2025 | 18:18 WIB

Anggota Komisi XII DPR RI, Nevi Zuairina memberikan dukungan penuh terhadap program Green Movement UCO yang digagas oleh Pertamina. (Foto: Tim NZ)
Anggota Komisi XII DPR RI, Nevi Zuairina memberikan dukungan penuh terhadap program Green Movement UCO yang digagas oleh Pertamina. (Foto: Tim NZ)
PADEK.JAWAPOS.COM-Anggota Komisi XII DPR RI, Nevi Zuairina memberikan dukungan penuh terhadap program Green Movement UCO yang digagas oleh Pertamina.

Program ini bertujuan membeli minyak jelantah dari masyarakat untuk diolah menjadi biofuel, seperti Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) dan Sustainable Aviation Fuel (SAF), yang memiliki manfaat besar dalam pengurangan limbah rumah tangga serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas daur ulang.

Nevi menilai bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan sistem ekonomi sirkular di Indonesia.

Minyak bekas pemakaian dari rumah tangga yang dikumpulkan, diserahkan kepada pihak Pertamina.

Selain berkontribusi pada pelestarian lingkungan dengan mengurangi pencemaran air dan tanah, program ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga, terutama bagi ibu-ibu yang mengumpulkan minyak jelantah.

"Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan sistem ekonomi sirkular di Indonesia. Selain memberikan manfaat lingkungan, program ini juga dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga," jelas Nevi Zuairina.

Namun, politisi dari PKS ini juga mengingatkan beberapa tantangan yang perlu segera diatasi agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Salah satunya adalah rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya daur ulang minyak jelantah.

“Pendidikan dan kampanye masif diperlukan agar masyarakat tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan, melainkan mengumpulkannya untuk diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan,” tegas Nevi.

Nevi juga mendorong Pertamina untuk memperluas titik pengumpulan minyak jelantah, terutama di daerah-daerah terpencil.

Saat ini, titik pengumpulan masih terbatas di kota-kota besar, sehingga masyarakat di wilayah desa atau nagari-nagari seperti dilansir Sumbar kesulitan untuk berpartisipasi dalam program ini.

“Hingga kini, titik pengumpulan masih terbatas di kota-kota besar. Perlu ada penyediaan fasilitas di lokasi strategis seperti SPBU, pasar, atau pusat perbelanjaan, sehingga akses masyarakat lebih mudah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nevi menekankan pentingnya insentif yang menarik agar partisipasi masyarakat dapat meningkat.

Ia menyarankan agar harga Rp6.000 per liter yang ditawarkan saat ini tetap kompetitif dibandingkan dengan penggunaan minyak jelantah untuk industri lain, seperti sabun atau lilin.

Selain itu, digitalisasi dengan pengembangan aplikasi untuk memudahkan masyarakat menemukan lokasi pengumpulan terdekat juga dianggap penting.

“Pertamina juga bisa mempertimbangkan digitalisasi dengan membuat aplikasi yang memudahkan masyarakat menemukan lokasi pengumpulan terdekat,” ujarnya.

Nevi berharap Program Green Movement UCO tidak hanya menjadi proyek sementara, tapi dapat menjadi inspirasi bagi sektor lain untuk mendukung daur ulang dan menciptakan energi bersih, sesuai dengan komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi.

“Program ini harus berkelanjutan. Pertamina perlu menjadi teladan dalam transisi energi dan melibatkan pelaku usaha kecil yang selama ini telah berperan dalam pengumpulan minyak jelantah. Kolaborasi yang inklusif akan memastikan keberhasilan program ini sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang merata,” pungkasnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#pertamina #daur ulang minyak jelantah #Green Movement UCO #pembelian minyak jelantah #anggota dpr ri #nevi zuairina #fasilitas jual minyak jelantah #minyak jelantah