Kegiatan ini akan diselenggarakan selama bulan Ramadan 1446 H/Maret 2025 di sejumlah masjid di berbagai kota besar di Indonesia. Bank Muamalat menggandeng dua mitra strategis, yaitu Baitulmaal Muamalat (BMM) dan Muamalat Institute (MI), untuk menyukseskan program ini.
Program ini menyasar kalangan pengurus masjid, pengusaha, profesional, dan umat Islam secara umum. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman tentang literasi keuangan syariah dan wawasan fiqih muamalah secara komprehensif.
Peserta yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat dari Muamalat Institute, yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk menjadi garda depan dalam mensyiarkan ekonomi syariah di masyarakat.
Dorong Peran Strategis Masjid dalam Pengembangan Ekonomi Umat
Direktur Bank Muamalat, Karno, menjelaskan bahwa program ini merupakan aksi nyata Bank Muamalat dalam meningkatkan literasi ekonomi syariah, khususnya bagi pengurus masjid, pengusaha, profesional, dan umat Islam pada umumnya.
“Kami mendorong semua peserta menjadi teladan dalam mendalami ilmu dan bermuamalah. Apalagi, mereka memiliki peran strategis di komunitas dan lingkungannya masing-masing. Dengan demikian, semakin banyak orang yang berperan aktif mengembangkan aktivitas ekonomi dan sosial sesuai aturan dan hukum Islam,” ungkap Karno.
Karno menambahkan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pengembangan dan penguatan ekonomi umat. “Kami percaya, masjid adalah tempat di mana umat bisa menjalankan Islam secara menyeluruh, dari praktik ibadah mahdhah hingga urusan muamalah, dalam hal ini keuangan syariah. Setelah mengikuti program ini, kami berharap masjid jadi lebih berdaya, inklusif, dan bersinergi sehingga dapat semakin mumpuni melayani umat dan berperan dalam kesejahteraan sosial masyarakat,” kata Karno.
Materi Pelatihan yang Komprehensif
Program "Muamalah Master Class" akan membahas berbagai topik penting terkait keuangan syariah, seperti fiqih muamalah, perencanaan keuangan keluarga, zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf), perencanaan haji, serta ilmu waris (faraidh).
Untuk memastikan kualitas materi, Bank Muamalat menghadirkan pakar-pakar ekonomi syariah ternama, seperti Dr. Irfan Syauqi Beik, SP, MSc.Ec., Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec., dan Muhammad Gunawan Yasni, SE.Ak., MM, CIFA, FIIS.
Dr. Irfan Syauqi Beik, salah satu narasumber, menekankan bahwa bulan Ramadan adalah momentum terbaik untuk merefleksikan cara berekonomi umat Islam. “Tidak mungkin ada keberkahan tanpa dilandasi oleh ketaatan dan ketundukan pada-Nya,” ujarnya.
Dukungan untuk GERAK Syariah 2025
Program "Muamalah Master Class" juga merupakan bagian dari partisipasi Bank Muamalat dalam Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2025, yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
GERAK Syariah merupakan inisiatif kolaboratif antara OJK dengan berbagai stakeholders untuk menjangkau masyarakat secara lebih masif dan merata dalam meningkatkan literasi keuangan syariah.
Bank Muamalat juga aktif mendukung program literasi dan inklusi keuangan syariah yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sebagai pemegang saham pengendali (PSP). Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memperkuat peran Bank Muamalat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
Tingkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Keuangan Syariah
Melalui "Muamalah Master Class", Bank Muamalat berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga mendorong peserta untuk mempraktikkan langsung penggunaan jasa keuangan syariah. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam aktivitas ekonomi mereka.(*)
Editor : Hendra Efison