Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet, Satryo Soemantri Digantikan Brian Yuliarto

Hendra Efison • Kamis, 20 Februari 2025 | 05:30 WIB

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro (dua kiri), di-resuffle oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu (19/2/2025). (Foto Dok Jawapos)
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro (dua kiri), di-resuffle oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu (19/2/2025). (Foto Dok Jawapos)
PADEK.JAWAPOS.COM–Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle pertama dalam Kabinet Merah Putih. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menjadi pejabat pertama yang digantikan, meski baru menjabat selama empat bulan. Posisi Satryo kini diisi oleh Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Brian Yuliarto.

Satryo, yang dilantik pada 21 Oktober 2024, menyatakan dirinya ikhlas dengan keputusan tersebut. Ia bahkan telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada presiden sehari sebelumnya.

“Perasaan lega. Ikhlas karena saya sudah mengerjakan tugas selama empat bulan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya seusai serah terima jabatan di Kantor Kemendiktisaintek, Selasa (19/2).

Selain pergantian Mendiktisaintek, Prabowo juga melantik sejumlah pejabat baru di beberapa lembaga negara. Letjen TNI Nugroho Sulistyo dipercaya sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Muhammad Yusuf Ateh sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Amalia Adininggar Widyasanti sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS). Posisi Wakil Kepala BPKP diisi oleh Agustina Arumsari, sementara Wakil Kepala BPS dijabat oleh Sonny Harry Budiutomo. Pelantikan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta.

Alasan Pengunduran Diri Satryo

Satryo menjadi sorotan publik setelah adanya ketegangan dengan jajaran pegawai negeri sipil (PNS) di internal Kemendiktisaintek. Ia dikritik karena dianggap memiliki gaya kepemimpinan feodal.

Namun, Satryo menegaskan bahwa pengunduran dirinya lebih disebabkan oleh ketidaksesuaian capaian dengan harapan pemerintah. “Saya merasa capaian yang diraih tidak cocok dengan ekspektasi,” katanya tanpa merinci lebih lanjut.

Meski tak lagi menjabat, Satryo tetap berencana kembali ke dunia akademik dan penelitian. “Ilmuwan itu banyak tugasnya. Tidak harus menjabat, yang penting ada karya yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” paparnya.

Brian Yuliarto Diminta Segera Bekerja

Menteri baru, Brian Yuliarto, mengaku baru menerima informasi pengangkatan dirinya pada pagi hari sebelum pelantikan. “Pembicaraan terkait banyak hal tentang pembangunan Indonesia, tapi saya baru dikontak tadi pagi,” ungkapnya.

Prabowo disebut meminta Brian segera bekerja dan menjalankan langkah-langkah strategis guna mendukung program pemerintah. Brian pun akan segera berkoordinasi dengan mantan Mendiktisaintek untuk memastikan kelanjutan program yang telah berjalan.

“Pak Satryo sudah menyampaikan beberapa program strategis presiden, dan kita akan percepat serta konsolidasi agar program tersebut dapat berjalan optimal,” katanya.

Prioritas Pejabat Baru

Selain Kemendiktisaintek, Kepala BSSN yang baru, Letjen TNI Nugroho Sulistyo, menekankan pentingnya perlindungan data pribadi serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keamanan siber. “Bicara siber bukan hanya soal perangkat keras, tapi juga kesadaran bersama. Penting bagi kita semua untuk berperilaku aman,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan prioritasnya dalam menerapkan Inpres No. 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). “Data tunggal ini akan membantu pemerintah dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” tuturnya.(jpg)

Editor : Hendra Efison
#gaya kepemimpinan feodal #kepala bssn #kepala bps #Presiden Prabowo #Mendiktisaintek #Satryo Soemantri Mengundurkan Diri #Kepala BPKP #Brian Yuliarto #reshuffle kabinet 2025