Ketua KPU Kota Batam, Mawardi, mengungkapkan bahwa sewa kendaraan dinas tersebut seharusnya berakhir pada 3 Februari 2025. Namun, pihak penyedia masih memberikan kelonggaran sebelum akhirnya mobil-mobil tersebut ditarik pekan lalu.
“Penyesuaian ini dilakukan secara nasional. Sewa kendaraan untuk komisioner tidak lagi difasilitasi oleh APBN. Meski begitu, operasional tetap berjalan karena masih ada dua unit mobil dinas berpelat merah yang bisa digunakan bersama,” ujar Mawardi, Jumat (21/2/2025).
Para komisioner kini harus mengandalkan kendaraan pribadi atau transportasi umum untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Batam, Aksara Pandapotan Manurung, mengaku harus beradaptasi dengan kondisi ini.
“Kadang saya naik motor, kadang menggunakan transportasi online, atau menumpang rekan kerja. Yang penting, tugas tetap berjalan,” katanya.
Efisiensi ini juga berdampak pada penyelenggaraan kegiatan KPU. Jika sebelumnya beberapa acara seperti Focus Group Discussion (FGD) diadakan di hotel, kini seluruh kegiatan dialihkan ke kantor KPU.
Meski terjadi pengurangan fasilitas, Mawardi memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan menghambat jalannya tugas dan tanggung jawab KPU. “Ini bukan kendala besar. Kami tetap bekerja sesuai aturan dan memastikan tahapan pemilu berjalan dengan baik,” tuturnya.
Bawaslu Batam Juga Hentikan Sewa Mobil Dinas
Tak hanya KPU, efisiensi anggaran juga diterapkan di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam. Enam unit mobil dinas yang merupakan kendaraan sewaan telah dikembalikan kepada penyedia pada 7 Februari 2025.
Ketua Bawaslu Batam, Antonius, menegaskan bahwa meskipun terjadi pemangkasan anggaran, kinerja pengawasan tetap berjalan optimal.
“Sebagai warga negara, kita harus mendukung kebijakan pemerintah. Ada atau tidaknya pemangkasan anggaran, tugas kita tetap bekerja maksimal. Secara pribadi, jika pun ada kendala, tak bisa kita jadikan alasan,” ujar Antonius.
Ia menambahkan bahwa meskipun fasilitas berkurang, kegiatan Bawaslu Batam tetap berjalan seperti biasa. “Kita maksimalkan sumber daya yang ada. Untuk operasional, kita masih bisa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum,” jelasnya. (*)
Editor : Hendra Efison