Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Jambi memastikan jembatan darurat di wilayah Bungo, Jambi ini akan rampung sesuai target pada Minggu (9/3/2025).
Ketika sudah bisa dilewati, pengendara diminta memperhatikan batas beban kendaraan agar jembatan dapat berfungsi dengan baik sebelum perbaikan permanen dilakukan.
Kepala BPJN Jambi, Ibnu Kurniawan melalui Kepala Satker PJN II, Diaz Shodiq, menyatakan bahwa hingga Minggu siang, pekerjaan masih dalam tahap penyelesaian akhir, termasuk pembuatan oprit jembatan dan pemasangan lantai baja.
"Sampai tengah hari (Minggu), masih dalam proses finishing, termasuk pembuatan oprit dan pemasangan lantai plat," ujar Diaz kepada Jambi Ekspres, Minggu (9/3).
Diaz menambahkan bahwa pembukaan lalu lintas di atas jembatan darurat ini masih menunggu arahan dari Ditlantas Polda Jambi.
Sebelum dioperasikan, akan dilakukan uji coba terlebih dahulu guna memastikan keamanan bagi pengendara.
Sebelumnya, Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Jambi dan Sumbar ini lumpuh total akibat badan jalan terputus pada Minggu (2/3), setelah hujan deras. Insiden ini terjadi di KM 58, Desa Sirih Sekapur, Bungo, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Sebagai solusi sementara, pihak kepolisian membuka jalur alternatif bagi pengendara. Dari arah Jambi dan Tebo, pengendara dapat melewati Rimbo Bujang – Simpang Lopon – Tujuh Koto – Koto Baru (Dharmasraya).
Dari arah Merangin: melewati Kota Bungo – Simpang Sawmil (belok kanan) – Rimbo Bujang – Simpang Lopon – Tujuh Koto – Koto Baru (Dharmasraya).
Alternatif lainnya, lewat Jujuhan-Simpang Rantau Ikil (belok kanan) – Desa Pulau Batu Jujuhan Ilir – Koto Baru (Dharmasraya).
Dengan hampir rampungnya Jembatan Bailey, diharapkan arus lalu lintas segera kembali normal. Apalagi jalur ini sangat vital untuk arus mudik Lebaran 2025 nanti.
Jembatan Bailey yang dibangun memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,5 meter. Namun, ada pembatasan beban kendaraan atau mobil guna menjaga keamanan dan daya tahan jembatan.
"Total berat kendaraan dan muatan maksimal 20 ton. Jika melebihi batas tersebut, pengendara harus mengurangi beban atau lewat jalur alternatif," jelas Diaz.
Selain pemasangan Jembatan Bailey sebagai solusi darurat, Pemerintah Provinsi Jambi juga telah menyiapkan rencana perbaikan permanen.
Perbaikan ini akan menggunakan dana APBD Provinsi Jambi dengan fasilitasi dari Pemkab Bungo. Beberapa perusahaan di sekitar lokasi juga akan berkontribusi dalam proyek ini.
"Inisiasi ini datang dari Pemkab dan Pemprov, dengan pekerjaan dilakukan pihak swasta. Desain dan pengawasan tetap berada di bawah BPJN. Setelah selesai, aset akan diserahkan ke BPJN Jambi," ungkap Diaz.
Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris telah meninjau langsung lokasi jalan amblas yang panjangnya sekitar 20 meter. Ia didampingi Anggota Komisi V DPR RI, H. Bakri, untuk memastikan langkah-langkah perbaikan berjalan dengan baik.
Gubernur menegaskan bahwa meskipun jalan tersebut merupakan kewenangan Kementerian PUPR, Pemprov Jambi tetap akan membantu dalam proses perbaikannya.
"Kami akan membantu perbaikan menggunakan APBD Provinsi Jambi. Sementara itu, BPJN memasang Jembatan Bailey. Setelahnya, pembangunan jembatan permanen akan segera dikerjakan dengan melibatkan PT KIM yang turut berpartisipasi, difasilitasi oleh Bupati Bungo," ujar Al Haris.(*)
Editor : Heri Sugiarto