Pasang maksimum setinggi 60 cm diperkirakan terjadi pada 29 Maret, disertai angin kencang hingga 20 knot dan gelombang tinggi mencapai 2 meter di perairan Merak-Bakauheni. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas penyeberangan dan bongkar muat kapal.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan peringatan ini dalam peninjauan arus mudik bersama Menko PMK dan sejumlah pejabat tinggi negara.
Rombongan yang terdiri dari Panglima TNI, Kapolri, Menkes, MenPPPA, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, serta stakeholder terkait bertolak dari Base Ops Lanud Halim Perdana Kusuma menuju Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek dan Dermaga Pelabuhan Merak.
Di Pos Terpadu Rest Area KM 57, konferensi pers digelar untuk membahas kesiapan infrastruktur, pengamanan, serta potensi hambatan selama arus mudik. Acara ini dipimpin oleh Menko PMK dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait.
Rapat koordinasi selanjutnya digelar di Dermaga Eksekutif Pelabuhan ASDP Merak. Menko PMK memimpin pertemuan yang dihadiri oleh Menteri Perhubungan (Menhub), Menkes, MenPPPA, Kapolri, Panglima TNI, Wakil Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenpolkam), Kepala BNPB, Kepala Basarnas, serta Gubernur Banten. Fokus utama pembahasan adalah kelancaran arus penyeberangan Merak-Bakauheni serta keselamatan pelayaran.
Peringatan Cuaca Buruk dari BMKG
Dalam kesempatan tersebut, Dwikorita Karnawati mengingatkan potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas penyeberangan.
“Pada tanggal 29 Maret 2025 akan terjadi pasang maksimum dengan kenaikan mencapai 60 cm. Kenaikan ini terjadi secara bertahap, dimulai sejak 27 Maret dengan ketinggian 40 cm, lalu mencapai puncaknya pada 29 Maret, sebelum berangsur menurun. Fenomena ini terjadi setiap hari dalam periode tersebut, sekitar pukul 07.00 hingga 13.00 WIB dengan durasi enam jam,” ungkap Dwikorita.
Selain itu, BMKG juga memperingatkan adanya peningkatan kecepatan angin hingga 20 knot pada sore hingga malam hari, yang berpotensi mengganggu aktivitas sandar kapal dan bongkar muat barang di pelabuhan.
“Kecepatan angin yang mencapai 20 knot merupakan ambang batas untuk dikeluarkannya peringatan dini level tiga, yang dalam beberapa kondisi dapat menyebabkan penghentian sementara operasional penyeberangan,” tambahnya.
Gelombang tinggi juga menjadi perhatian utama, terutama saat kecepatan angin meningkat. “Ketinggian gelombang di perairan sekitar Merak-Bakauheni diperkirakan dapat mencapai 1,5 hingga 2 meter selama periode 27-31 Maret 2025,” jelas Kepala BMKG.
Imbauan untuk Keselamatan Pemudik
Seluruh stakeholder yang terlibat dalam arus mudik, khususnya operator penyeberangan Merak-Bakauheni, diminta mematuhi SOP yang telah ditetapkan guna memastikan keselamatan pelayaran dan perjalanan pemudik. BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat serta pihak terkait.
Dengan adanya peringatan dini ini, pemudik diimbau untuk tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan, terutama melalui jalur laut. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan arus mudik Lebaran 2025 berjalan lancar dan aman bagi seluruh masyarakat. (*)
Editor : Hendra Efison