Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat, sekitar 18 kilometer timur laut Banda Aceh, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG mencatat parameter gempa berada di koordinat 5,63 Lintang Utara (LU) dan 95,47 Bujur Timur (BT).
Guncangan gempa dirasakan dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) IV di Banda Aceh dan Aceh Besar, sementara di Pidie, Pidie Jaya, dan Sabang dirasakan dengan skala II-III MMI.
Menurut BMKG, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Sementara itu, berdasarkan laporan sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa dirasakan kuat selama 2-3 detik di Banda Aceh.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat kejadian tersebut.
"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh terus melakukan monitoring pascagempa," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait langkah-langkah kedaruratan bencana.
BNPB juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan melakukan langkah mitigasi seperti berlindung di bawah meja yang kuat saat gempa terjadi, menjauhi material kaca, serta segera melakukan evakuasi ke tempat aman setelah gempa berhenti.(*)
Editor : Heri Sugiarto