Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa pertama terjadi pukul 16.32 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,9. Episentrum berada 28 km barat daya Kota Bogor, di kedalaman 8 km. Guncangan dirasakan di daerah Kabandungan dan Kabupaten Bogor dengan intensitas II-III MMI.
Hanya 14 menit berselang, pukul 16.46 WIB, gempa kedua menyusul. Meski berkekuatan kecil, gempa ini memperkuat kepanikan warga yang mulai siaga terhadap potensi gempa susulan.
Puncaknya terjadi pada malam hari, pukul 22.16 WIB. Sebuah gempa dangkal berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Bogor dan sekitarnya.
Episenter gempa berada di darat, hanya dua kilometer tenggara pusat Kota Bogor, dengan kedalaman 5 kilometer.
"Gempa ini merupakan jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif," jelas Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, dalam keterangan tertulis.
Guncangan gempa terasa lebih kuat dibanding dua sebelumnya. Warga di kawasan padat penduduk, seperti Tanah Sareal dan Bogor Selatan, dilaporkan panik dan berhamburan keluar rumah.
"Saya di lantai atas, rumah tiba-tiba bergoyang. Terasa sekali. Kami langsung keluar," ujar Iksan, warga Tanah Sareal.
Tidak hanya guncangan, sejumlah warga juga mengaku mendengar suara gemuruh seperti dentuman sebelum gempa terjadi.
“Di Perumahan BRP Bogor Selatan terdengar suara ledakan berat, lalu goyangan terasa kuat,” kata Nia, warga setempat.
Fenomena dentuman misterius itu ramai diperbincangkan di media sosial. Meski belum ada keterangan resmi dari BMKG, suara seperti itu bisa terjadi akibat pergeseran batuan di bawah tanah.
Akibat gempa malam hari itu, dua rumah warga mengalami kerusakan.
Plafon rumah warga di Kampung Buntar, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan ambrol.
Kerusakan juga terjadi di Jalan Cimanggu Pabuaran Poncol, Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat. Plafon rumah rubuh dan berserakan di dalam rumah.
Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa. Namun BMKG mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Pihak berwenang juga diminta untuk mengevaluasi bangunan terdampak dan memberikan bantuan darurat jika diperlukan.(jpg)
Editor : Hendra Efison