Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bitcoin Melonjak Tajam saat Emas Pecah Rekor: Investor Beralih ke Safe Haven di Tengah Ketidakpastian Global

Heri Sugiarto • Senin, 21 April 2025 | 14:45 WIB

Bitcoin kembali menguat tajam dan menyentuh level tertinggi sejak pengumuman tarif "Liberation Day" oleh Donald Trump, seiring pelemahan dolar AS. (Foto ilustrasi: AI)
Bitcoin kembali menguat tajam dan menyentuh level tertinggi sejak pengumuman tarif "Liberation Day" oleh Donald Trump, seiring pelemahan dolar AS. (Foto ilustrasi: AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Bitcoin kembali menguat tajam dan menyentuh level tertinggi sejak pengumuman tarif "Liberation Day" oleh Donald Trump, seiring pelemahan dolar AS dan kekhawatiran investor terkait isu pemberhentian Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Menurut data Bloomberg, pada Senin (21/4) pagi waktu Singapura, Bitcoin—mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar—melonjak sekitar 3 persen dan menembus angka US$87.600.

Kenaikan ini berhasil menghapus hampir seluruh kerugian yang terjadi sejak pengumuman tarif balasan pada 2 April oleh Trump, yang sempat mengguncang pasar global.

Kenaikan Bitcoin terjadi bersamaan dengan melemahnya indeks dolar AS dan penurunan futures indeks saham AS.

Ketegangan meningkat setelah Direktur Dewan Ekonomi Nasional, Kevin Hassett, pada Jumat lalu menyebut bahwa Trump sedang mengkaji kemungkinan untuk memecat Powell. Akibatnya, indeks dolar AS turun ke titik terendah sejak Januari 2024.

Pemulihan Bitcoin juga berbarengan dengan reli harga emas, yang mencetak rekor tertinggi baru .

Harga spot emas melonjak hingga 1,8 persen dan menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$3.385,36 per ons, sebelum diperdagangkan di kisaran US$3.383,67 pada pukul 11.33 waktu Singapura, Senin (21/4).

Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa investor tengah memburu aset-aset safe haven dan lindung nilai terhadap inflasi di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi AS.

“Pelemahan dolar AS menjadi pendorong utama reli kripto,” ujar Sean McNulty, pimpinan perdagangan derivatif kawasan Asia Pasifik di FalconX, perusahaan broker aset digital.

Namun, ia juga menambahkan bahwa likuiditas pasar kripto yang tipis selama libur turut memperbesar pergerakan harga.

Dengan meningkatnya tekanan terhadap independensi bank sentral AS dan gejolak geopolitik yang berkelanjutan, investor tampaknya semakin melirik Bitcoin dan emas sebagai pelindung nilai dalam portofolio.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Harga bitcoin hari ini #aset lindung nilai #the fed #Tarif Trump #harga emas hari ini