Fokus utama rapat adalah peralihan investasi dari konsorsium LG ke Huayou, serta perkembangan proyek serupa bersama perusahaan Tiongkok lainnya, CATL.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan persetujuan atas kelanjutan proyek hilirisasi baterai senilai USD 9,8 miliar.
Proyek ini sebelumnya dikelola LG dan kini dilanjutkan oleh Huayou.
“Alhamdulillah tadi sudah diputuskan, sudah disetujui oleh Bapak Presiden. Atas arahan Bapak Presiden sekarang sudah dilakukan oleh konsorsium Huayou. Dan ini tidak ada masalah lagi dan ini sudah siap untuk dilakukan groundbreaking,” kata Bahlil usai rapat.
Ia juga menegaskan bahwa kabar mengenai keluarnya LG dari proyek tersebut adalah tidak benar. Menurutnya, keputusan penggantian LG dilakukan karena proses negosiasi yang terlalu lama.
“Saya ingin mengatakan bahwa itu tidak benar. Yang benar itu adalah saya sebagai Ketua Satgas waktu itu memutuskan untuk membatalkan apa yang dilakukan oleh LG karena terlalu lama. Kemudian saya, Pak Rosan, dan Pak Erick mencari penggantinya yaitu Huayou,” tegasnya.
Struktur proyek ini juga menempatkan BUMN Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas di sektor hulu. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kendali nasional atas sumber daya strategis.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan pentingnya peran Danantara dalam mendukung pembiayaan proyek serupa dengan CATL, yang juga perusahaan baterai asal Tiongkok.
“Kalau dulu mungkin ada kendala pendanaan. Tapi sejak ada Danantara ini pendanaan ini kita yang membantu karena kita melihat pekerjaan ini, proyek ini memang sangat-sangat baik. Baik dari segi return-nya, penciptaan lapangan kerja, maupun dampak ekonomi ke depan,” jelas Rosan.
Ia menambahkan bahwa kehadiran dua konsorsium besar, Huayou dan CATL, akan membentuk ekosistem industri kendaraan listrik yang terpadu, mulai dari tambang hingga produksi baterai.
“Jadi dengan ini the whole ecosystem dari mining sampai ke baterainya ini akan terjadi dalam satu, kita bilangnya green package. Baik yang deal dengan Huayou maupun dengan CATL,” ujar Rosan.
Baca Juga: KAI dan DJKA Perluas Layanan Kereta Bersubsidi, Target Layani 421 Juta Penumpang pada 2025
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, serta COO Danantara Dony Oskaria.(*)
Editor : Heri Sugiarto