Menurut Yudha, pembentukan Kodam baru diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengamanan dan pelaksanaan tugas TNI, khususnya di wilayah Sumatera bagian selatan.
“Pemekaran ini diperlukan mengingat wilayah Kodam II/Sriwijaya sangat luas. Dengan adanya Kodam baru yang berkedudukan di Lampung, diharapkan pelaksanaan tugas TNI bisa lebih optimal,” ujar Yudha kepada wartawan, Minggu (1/6/2025).
Saat ini, Kodam II/Sriwijaya membawahi lima provinsi: Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Menurut Yudha, cakupan wilayah tersebut terlalu luas untuk dikelola secara maksimal, sehingga perlu dibentuk struktur komando yang lebih fokus.
Politisi Fraksi Golkar ini juga menyoroti keterbatasan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dihadapi Kodam II/Sriwijaya.
“Saat ini Kodam II/Sriwijaya masih kekurangan personel dan persenjataan, baik ringan maupun berat. Saya harap Mabes TNI dan Komisi I DPR RI dapat mendorong realisasi kebutuhan ini,” tambahnya.
Selain isu pemekaran dan penguatan alutsista, Yudha juga menyoroti pentingnya profesionalisme dalam penempatan personel TNI lintas gender.
“Kita sepakat bahwa peran perempuan dan laki-laki itu setara. Tapi profesionalisme harus dijunjung tinggi, sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing satuan TNI,” tegasnya.
Rencana pemekaran dan penguatan ini disebut sebagai bagian dari langkah strategis TNI dalam menghadapi dinamika tantangan keamanan yang berkembang di wilayah Sumatera bagian selatan.(*)
Editor : Hendra Efison