Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Rosan Roeslani: Investasi Kunci Pertumbuhan Ekonomi dan Kualitas Tenaga Kerja

Hendra Efison • Sabtu, 14 Juni 2025 | 21:10 WIB

Meet the Leaders bersama Roslan Roeslani "Entrepreneurial Leadership in Action: Steering Indonesia’s Investment and Industrial Renaissance" di Universitas Paramadina.
Meet the Leaders bersama Roslan Roeslani "Entrepreneurial Leadership in Action: Steering Indonesia’s Investment and Industrial Renaissance" di Universitas Paramadina.
PADEK.JAWAPOS.COM – Tokoh penting sektor investasi nasional, Rosan Roeslani, menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Entrepreneurial Leadership in Action: Steering Indonesia’s Investment and Industrial Renaissance" dalam acara Meet The Leaders yang digelar Universitas Paramadina, Kamis (12/6/2025).

Dalam pidatonya, Rosan menekankan pentingnya investasi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

“Investasi adalah komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional, menyumbang sekitar 29% setelah konsumsi rumah tangga yang mencapai 53%,” ujar Rosan di hadapan sivitas akademika Universitas Paramadina.

Ia menjelaskan bahwa dalam 10 tahun terakhir, total investasi yang masuk ke Indonesia telah mencapai Rp 9.100 triliun. Angka ini ditargetkan meningkat menjadi Rp 13.000 triliun dalam lima tahun ke depan guna mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2029.

Saat ini, Rosan memimpin Danantara, entitas baru yang menghimpun seluruh aset BUMN. Danantara akan mengelola aset sebesar Rp 15.000 triliun tanpa mengandalkan penyertaan modal negara dari APBN, melainkan dari dividen perusahaan BUMN yang akan dialokasikan ulang untuk proyek-proyek strategis.

“Dividen yang sebelumnya langsung masuk ke negara, kini bisa kita manfaatkan untuk investasi di sektor industri yang menciptakan quality jobs,” jelas Rosan.

Ia mengungkapkan bahwa tahun ini saja, Danantara diproyeksikan menerima laba sebesar USD 7 miliar, setara Rp 120–150 triliun, yang akan digunakan untuk mendorong sektor riil.

Dalam orasinya, Rosan juga menyoroti tantangan besar kualitas tenaga kerja di Indonesia. Dari total 140 juta angkatan kerja, sebanyak 36% hanya berpendidikan SD dan 24% bahkan tidak menyelesaikan pendidikan dasar.

“Ini adalah tantangan besar bangsa,” tegas Rosan.

Oleh karena itu, Danantara memiliki misi ganda: menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mencapai keuntungan berkelanjutan.

“Setiap tahun ada 2 juta bayi lahir di Indonesia. Kita harus mulai sekarang untuk memastikan sebagian besar dari mereka kelak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak,” tambahnya.

Rosan juga menekankan bahwa 80% portofolio investasi Danantara akan difokuskan di dalam negeri, sementara 20% diarahkan ke luar negeri. Strategi tersebut ditargetkan dapat menghasilkan pendapatan USD 135 juta dalam lima tahun ke depan.

“Danantara akan menjadi jembatan untuk meningkatkan kepercayaan investor asing. Dengan dana yang kami miliki, kami bisa leverage investasi menjadi 4 hingga 5 kali lipat dari jumlah awal,” ungkapnya.

Acara dibuka oleh Rektor Universitas Paramadina, Prof. Dr. Didik J. Rachbini, dan dimoderatori oleh Wijayanto Samirin, MPP. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus menghadirkan pemimpin bangsa untuk memberikan inspirasi kepemimpinan berbasis aksi kepada mahasiswa dan dosen.(*)

Editor : Hendra Efison
#rosan roeslani #Investasi Kunci Pertumbuhan Ekonomi #Kualitas Tenaga Kerja