Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PLN Kembali Jadi Perusahaan Utilitas Terbaik se-Asia Tenggara di Fortune Southeast Asia 500

Hendra Efison • Kamis, 19 Juni 2025 | 19:53 WIB

Gedung Kantor Pusat PLN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. PLN kembali menjadi perusahaan utilitas nomor satu se-Asia Tenggara versi Fortune 2025.
Gedung Kantor Pusat PLN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. PLN kembali menjadi perusahaan utilitas nomor satu se-Asia Tenggara versi Fortune 2025.
PADEK.JAWAPOS.COM—PT PLN (Persero) kembali dinobatkan sebagai perusahaan utilitas terbaik di Asia Tenggara selama dua tahun berturut-turut dalam daftar Fortune Southeast Asia 500.

Pengakuan ini diberikan berkat kinerja keuangan impresif PLN sepanjang tahun 2024 yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp545,4 triliun, meningkat 11,9% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp487,38 triliun.

Penghargaan ini menempatkan PLN sebagai pemimpin sektor utilitas di kawasan, mengungguli perusahaan sejenis dari Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Thailand. Dalam daftar 500 perusahaan terbesar se-Asia Tenggara berdasarkan pendapatan, PLN juga berhasil meraih peringkat ke-6 secara keseluruhan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari transformasi menyeluruh di tubuh PLN yang membuat perusahaan menjadi lebih adaptif, efisien, dan kompetitif secara global.

"PLN terus berkomitmen untuk memberikan layanan kelistrikan terbaik bagi masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang berada di pelosok negeri. Peringkat tertinggi ini kami raih untuk kedua kalinya secara berturut-turut, dan menjadi kebanggaan tidak hanya bagi PLN, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia karena menandai posisi kita di pentas ekonomi regional dan global," ujar Darmawan, Kamis (19/6/2025).

Selama 2024, PLN mencatatkan penjualan tenaga listrik sebesar 306,22 terawatt hour (TWh), tumbuh 6,17% dibandingkan tahun sebelumnya, dan mencapai 102,08% dari target pemerintah sebesar 299,99 TWh.

Penjualan ini menjadi sumber pendapatan utama perusahaan yang tercatat sebesar Rp353,17 triliun, naik dari Rp333,19 triliun pada 2023. Dari kinerja ini, PLN membukukan laba bersih sebesar Rp17,76 triliun.

“Capaian ini sejalan dengan visi PLN untuk menjadi bagian dari Top 500 Global Company. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan dukungan pemerintah yang menjadi fondasi kuat dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional,” tambah Darmawan.

Asia Editor Fortune, Nicholas Gordon, menyatakan bahwa posisi PLN dalam daftar menunjukkan pentingnya sektor energi dalam struktur ekonomi Asia Tenggara.

"Peringkat ke-6 berdasarkan pendapatan tahun ini adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN). Peringkat ini menyoroti satu sektor penting dari daftar ini, yaitu energi, baik itu pemanfaatan sumber daya, pembangkitan listrik, maupun transmisi listrik sebagai sektor dominan dalam Southeast Asia 500, yang menyumbang hampir sepertiga dari total pendapatan daftar tersebut," kata Gordon.

Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan jumlah perusahaan terbanyak dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun ini, yaitu 109 perusahaan. Di bawahnya terdapat Thailand dengan 100 perusahaan, Malaysia 92 perusahaan, Singapura 81 perusahaan, dan Vietnam 76 perusahaan.(*)

Editor : Hendra Efison
#Perusahaan Utilitas Terbaik se Asia Tenggara #Fortune Southeast Asia 500 #PLN (Persero)