Kegiatan ini berlangsung di Desa Belang Turi dan Desa Meler, Kecamatan Ruteng.
Program Tajumase merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Indonesia.
Fokus utama program ini adalah peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, terutama dalam rangka mengatasi masalah malnutrisi dan stunting di wilayah tersebut.
Direktur SDM & Umum PT Pupuk Indonesia (Persero), Tina T Kemala Intan, mengatakan bahwa program ini berkolaborasi dengan Yayasan Sejahtera Muda Indonesia.
Kegiatan tanam perdana menjadi titik awal dari serangkaian program edukatif dan pendampingan masyarakat dalam ketahanan pangan dan pemahaman gizi.
“Program Tajumase diimplementasikan untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting melalui pendekatan ketahanan pangan. Harapannya bisa membantu pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Tina.
Ia menambahkan, kegiatan awal di Kecamatan Ruteng ini meliputi bantuan dan pendampingan demonstration plot (demplot) hortikultura serta pelatihan tentang pemupukan berimbang.
Selain itu, program ini juga mencakup pelatihan bagi kader pendamping keluarga sehat.
"Demplot ini ditanami berbagai jenis sayuran bergizi yang masuk dalam konsep empat sehat lima sempurna. Harapan kami, para orang tua bisa membiasakan anak-anak untuk mengonsumsi sayuran agar tumbuh sehat dan kuat," tambahnya.
Lebih jauh, Tina menegaskan bahwa program ini bukan hanya menyasar perbaikan gizi masyarakat, tapi juga mendorong regenerasi petani dan pertanian berkelanjutan melalui pendampingan yang komprehensif.
“Ini awal usaha untuk menekan angka prevalensi stunting melalui ketersediaan pangan sehat dari tanah Manggarai. Peningkatan kualitas generasi muda sangat bergantung pada peran orang tua sebagai penghasil utama hortikultura bergizi,” jelasnya.
Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, yang turut hadir dalam kegiatan ini, mengapresiasi kontribusi nyata Pupuk Indonesia dalam mendukung program pemerintah daerah.
“Stunting menjadi masalah serius di Manggarai. Kehadiran Pupuk Indonesia dalam program ini adalah wujud kepedulian konkret terhadap isu kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Fabianus juga berharap program ini menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk meningkatkan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak, mulai dari masa kehamilan hingga anak-anak tumbuh menjadi generasi unggul.
“Kami berterima kasih kepada Pupuk Indonesia atas fasilitasi dan edukasi pertanian hortikultura secara modern. Semoga program ini berdampak luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain kegiatan tanam perdana, melalui program TJSL, Pupuk Indonesia juga menyalurkan bantuan sosial kepada Yayasan St. Damian Cancar.
Bantuan tersebut mencakup mesin jahit, 500 kilogram beras, revitalisasi sekolah dan perpustakaan, serta pembangunan taman baca guna mendukung peningkatan literasi masyarakat.(*)
Editor : Heri Sugiarto