Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PTBA Tanam 500 Bibit Aren dan Bambu, Hijaukan Lahan Pascatambang Sawahlunto

Heri Sugiarto • Selasa, 22 Juli 2025 | 10:36 WIB

PTBA bersama masyarakat Desa Santur melakukan penanaman 500 bibit aren dan bambu sebagai bagian dari program TJSL di lahan pascatambang Sawahlunto.(Foto: Corcom)
PTBA bersama masyarakat Desa Santur melakukan penanaman 500 bibit aren dan bambu sebagai bagian dari program TJSL di lahan pascatambang Sawahlunto.(Foto: Corcom)
PADEK.JAWAPOS.COM-PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui penanaman 500 bibit tanaman di lahan pascatambang Desa Santur, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Kegiatan ini bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTBA di Unit Kerja Ombilin Mining Site.

Sebanyak 300 bibit aren dan 200 bibit bambu ditanam di area bekas tambang yang kini dikelola kelompok tani lokal di bawah pimpinan Riki Ekoni.

Penanaman ini menjadi langkah rehabilitasi ekologis sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra hadir dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi PTBA. Ia menyebut kolaborasi antara korporasi dan masyarakat penting untuk menciptakan pemanfaatan lahan pascatambang secara kreatif dan berkelanjutan.

“Contohnya di Dusun Kayu Gadang, kawasan bekas tambang kini menjadi lahan peternakan dan pemberdayaan. Kini, dengan bantuan PTBA, kawasan ini dikembangkan sebagai lahan konservasi melalui penanaman bibit aren dan bambu,” ujar Riyanda.

Ketua kelompok penggiat lingkungan, Riki Ekoni, menjelaskan bahwa pohon aren memiliki manfaat ekologis dan ekonomi.

“Akar, buah, ijuk, dan batang pohon aren sangat berguna. Kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai hutan konservasi. Komitmen kami adalah merawat dan menjaga tanaman ini,” ungkapnya.

Penanaman ini bertujuan mendukung aspek keberlanjutan. Dari sisi lingkungan, aren dan bambu membantu mencegah erosi, memperkuat tanah, menyerap karbon, dan menjaga ekosistem.

Dari sisi ekonomi, nira dari pohon aren bisa diolah menjadi gula, sedangkan bambu dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan dan kerajinan.

Program ini juga membuka peluang usaha baru bagi warga Desa Santur. PTBA berharap inisiatif ini menjadi langkah nyata dalam menjadikan lahan pascatambang sebagai ruang produktif yang ramah lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, PTBA menegaskan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak berhenti pada aktivitas bisnis, melainkan juga mencakup kontribusi terhadap sosial dan lingkungan di wilayah kerja.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#tambang sawahlunto #lahan pascatambang #penanaman bibit aren #pemberdayaan masyarakat #pt bukit asam #ptba #Rehabilitasi Lingkungan