Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PLN Catat Lonjakan Penjualan REC Capai 13,68 TWh per Juni 2025, Permintaan Listrik Hijau Meningkat

Hendra Efison • Kamis, 7 Agustus 2025 | 11:44 WIB

Tampilan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu di Lampung berkapasitas 110 megawatt (MW). PLTP ini menjadi salah satu pembangkit PLN yang berkontribusi terhadap layanan REC.
Tampilan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu di Lampung berkapasitas 110 megawatt (MW). PLTP ini menjadi salah satu pembangkit PLN yang berkontribusi terhadap layanan REC.
PADEK.JAWAPOS.COM--PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmen dalam mendukung transisi energi nasional melalui akselerasi pemanfaatan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

Salah satunya melalui layanan Green as a Service (GEAS) Renewable Energy Certificate (REC), yang mencatat lonjakan permintaan hingga 13,68 Terawatt hour (TWh) per Juni 2025. Angka ini tumbuh 14% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 (YoY).

REC merupakan produk hijau inovatif PLN yang memudahkan pelanggan untuk memperoleh pengakuan atas penggunaan energi terbarukan yang akuntabel, transparan, dan diakui secara internasional. Satu unit REC setara dengan 1.000 Kilowatt hour (kWh) dan dibanderol seharga Rp35 ribu.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa layanan REC hadir sebagai solusi untuk sektor industri dan bisnis dalam memperoleh listrik hijau yang andal dan terjangkau.

“PLN berkomitmen meningkatkan daya saing industri dengan menyediakan layanan listrik hijau 100% dari pembangkit EBT kami melalui REC. Prosesnya mudah dan cepat,” ujar Darmawan.

Sejak diluncurkan pada 2020, REC mencatat pertumbuhan signifikan. Penjualan pada 2021 tercatat sebesar 308.610 Megawatt hour (MWh), kemudian melonjak ke 1.762.953 MWh pada 2022. Pada 2023, penjualan mencapai 3.543.638 MWh dan terus meningkat menjadi 5.382.245 MWh di 2024. Per semester I 2025, penjualan REC telah mencapai 2.689.117 MWh.

Menurut Darmawan, meningkatnya kesadaran pelanggan akan pentingnya penggunaan energi ramah lingkungan menjadi faktor utama lonjakan permintaan REC.

“Semakin banyak perusahaan dari dalam maupun luar negeri mempercayakan pasokan listrik hijaunya melalui PLN. Kami optimistis tren ini akan terus meningkat,” katanya.

PLN mencatat ada 10 pembangkit yang kini aktif menyuplai listrik untuk program REC, antara lain:

Sejumlah perusahaan ternama tercatat telah menggunakan layanan REC PLN, seperti:

Head ID SMS Department PT HM Sampoerna Tbk, Imron Hamzah, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan PLN mendukung visi perusahaan terhadap keberlanjutan dan efisiensi energi.

"Terima kasih atas kerja sama yang telah berjalan selama 3 tahun. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan berdampak bagi pengembangan energi hijau di Indonesia,” ujar Imron.

Sementara itu, General Manager PT Inecda Plantation, Khamdi, juga mengapresiasi upaya bersama PLN dalam mendukung praktik bisnis berkelanjutan.

“Kami berharap kolaborasi bersama PLN terus terjalin, mendukung implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta berkontribusi terhadap capaian Sustainable Development Goals (SDGs),” kata Khamdi.

Dengan permintaan REC yang terus meningkat, PLN memastikan kesiapan dalam menyediakan listrik hijau yang terjamin kualitas dan keandalan pasokannya.(*)

Editor : Hendra Efison
#Permintaan Listrik Hijau Meningkat #PLN Catat Lonjakan Penjualan REC #Capai 13 koma 68 TWh per Juni 2025