Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Indonesia 80 Tahun Merdeka: Nevi Zuairina Paparkan Tiga Pondasi Pembangunan

Heri Sugiarto • Selasa, 19 Agustus 2025 | 19:10 WIB

Anggota DPR RI Komisi VI, Hj. Nevi Zuairina. (Foto: Dok. PKS)
Anggota DPR RI Komisi VI, Hj. Nevi Zuairina. (Foto: Dok. PKS)
PADEK.JAWAPOS.COM-Memasuki usia 80 tahun kemerdekaan, Indonesia menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Anggota DPR RI Komisi VI, Hj. Nevi Zuairina, mengatakan, pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR 15 Agustus 2025 sebagai momentum penting bagi pembangunan bangsa.

Menurut Nevi, terdapat tiga pesan kunci yang menjadi pondasi arah pembangunan ke depan: Determinasi Kepemimpinan, Orientasi Kerakyatan, dan Tekad Kemajuan.

Nevi menilai determinasi kepemimpinan Presiden terlihat dari tekadnya memimpin agenda strategis, termasuk pemberantasan korupsi, penegakan hukum adil, dan pengembalian kedaulatan negara pada sektor vital.

“Sikap ini selaras dengan aspirasi rakyat yang menginginkan negara bersih, berintegritas, dan kuat,” ujar Nevi.

Orientasi Kerakyatan

Menurut Nevi, Presiden Prabowo menekankan keberpihakan pada rakyat melalui implementasi UUD 1945, khususnya Pasal 33.

Program swasembada pangan, makan bergizi gratis, koperasi desa merah putih, sekolah rakyat, dan penguasaan kembali aset nasional yang dikuasai korporasi merupakan langkah nyata pemerintah.

“Keberpihakan ini sejalan dengan amanat Pasal 28H UUD NRI 1945 tentang hak hidup sejahtera dan pelayanan kesehatan,” tambah Nevi.

Tekad Kemajuan Bangsa

Nevi menegaskan, orientasi kemajuan tercermin dalam transformasi sumber daya manusia dan teknologi.

Pemerintah mendorong digitalisasi pendidikan, pendirian sekolah unggulan, dan inovasi sains-teknologi sebagai strategi memanfaatkan bonus demografi dan menyiapkan Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

“Sinergi antara kebijakan pemerintah, sektor perdagangan, industri, dan BUMN menjadi kunci. Peningkatan ekspor, pengembangan industri kreatif dan hijau, serta penguatan BUMN seperti Danantara memperkuat posisi Indonesia di kancah global,” jelas Nevi.

RAPBN 2026: Pijakan Awal Pemerintahan

Momentum HUT RI ke-80 bertepatan dengan pembahasan RAPBN 2026. Nevi menegaskan RAPBN bukan sekadar dokumen fiskal, tetapi kontrak moral negara untuk memakmurkan rakyat.

Anggaran harus responsif terhadap UMKM dan koperasi, memastikan transparansi dan akuntabilitas BUMN, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mengembalikan Roh Konstitusi

Nevi menyebut, mengembalikan cita-cita bangsa berarti menegakkan kedaulatan ekonomi, kekuatan politik, dan keunggulan peradaban sesuai visi para pendiri bangsa.

Kepemimpinan yang tegas dan berpihak pada rakyat menjadi kunci agar Indonesia bergerak menuju negara maju dan berdaulat di tengah percaturan dunia.

“Di usia 80 tahun kemerdekaan ini, mari kita bersatu menjaga arah pembangunan, mengawal kebijakan nasionalis dan konstitusional, serta memastikan setiap langkah membawa kita lebih dekat pada Indonesia Emas 2045,” pungkas Nevi.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Indonesia Emas 2045 #kepemimpinan #prabowo subianto #hari kemerdekaan indonesia #kemajuan bangsa #RAPBN 2026 #Pondasi Pembangunan #nevi zuairina #Indonesia 80 Tahun Merdeka #keberpihakan rakyat