Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,9, episenter di laut, 40 km barat daya Mukomuko, pada kedalaman 57 km.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan gempa tersebut merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Dampak gempa dirasakan di Mukomuko dengan skala IV MMI, Sungai Penuh, Kerinci, Padang, Pesisir Selatan, Solok, dan Solok Selatan skala III MMI, serta Ipuh skala II MMI.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Daryono.
Hingga pukul 22:35 WIB, belum terjadi gempabumi susulan (aftershock). Masyarakat dihimbau tetap tenang, memeriksa kondisi bangunan, dan mengandalkan informasi resmi BMKG melalui website, Instagram/Twitter @infoBMKG, telegram channel InaTEWS BMKG, atau aplikasi mobile resmi BMKG.(*)
Editor : Heri Sugiarto