Penghargaan diserahkan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Sucofindo, Evi Afiatin, kepada Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis, di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Program yang diangkat berjudul “Revolusi Sampah Organik Menjadi Emas Hijau: Model Ekonomi Sirkular Budidaya Maggot PT Semen Padang untuk Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan Kota Padang.”
Baca Juga: Ngaji Literasi Gandeng UNP, Mahasiswa Antusias Ikuti Diskusi dan Pameran Buku
Usai menerima penghargaan, Iskandar menyampaikan apresiasinya. “Juri menilai keunggulan model inkubasi wirausaha sosial dengan sistem ekonomi sirkular closed-loop yang berhasil kami kembangkan," ujarnya.
Program ini bukan hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga menciptakan ekosistem baru dengan nilai tambah melalui budidaya maggot. Bukti nyata bahwa kepedulian lingkungan bisa sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk memperluas dampak program. “Inovasi ini perlu direplikasi di wilayah lain agar manfaatnya semakin luas. Kami ingin menunjukkan bahwa industri besar dapat menjadi motor penggerak kelestarian lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat,” kata Iskandar.
Iskandar juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak melalui pendekatan Penta Helix yang melibatkan akademisi, pemerintah daerah, komunitas, media, dan masyarakat.
“Keberhasilan ini bukan milik PT Semen Padang semata, tetapi hasil kerja bersama. Dukungan riset dari Universitas Andalas, kebijakan pemerintah daerah, hingga keterlibatan kelompok masyarakat sangat menentukan jalannya program ini,” jelasnya.
Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Idris, menuturkan program budidaya maggot telah dijalankan sejak 2024 oleh KUBE Organic Feed, kelompok masyarakat dampingan PT Semen Padang bersama Universitas Andalas.
Program berbasis ekonomi sirkular ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga memberi manfaat ekonomi.
“Inovasi ini membuka peluang usaha baru, memberdayakan masyarakat, serta menumbuhkan kemandirian ekonomi lokal,” ucap Idris.
Program ini juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, terutama dalam mewujudkan lingkungan berkelanjutan, mendorong ekonomi rakyat, serta memperkuat peran industri dalam pembangunan.(*)
Editor : Hendra Efison