Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ibu Tunggal Harap Prabowo Lanjutkan MBG: Cuma di Sini Saya Bisa Ditampung Kerja

Rommy Delfiano • Selasa, 30 September 2025 | 23:55 WIB

Para pekerja sedang mencuci ompreng MBG di dapur SPPG Tangerang Selatan, pekerjaan yang diandalkan untuk menghidupi anaknya.(Foto: PCO)
Para pekerja sedang mencuci ompreng MBG di dapur SPPG Tangerang Selatan, pekerjaan yang diandalkan untuk menghidupi anaknya.(Foto: PCO)
PADEK.JAWAPOS.COM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tangerang Selatan kembali menjadi sumber penghasilan sekaligus dukungan gizi bagi masyarakat lokal. Fania Lingga, 26, seorang ibu tunggal, mengandalkan pekerjaannya di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Tangerang Selatan untuk menghidupi anak semata wayangnya yang berusia enam tahun.

Setiap hari, Fania bersama rekan-rekannya mencuci ribuan ompreng kosong MBG yang baru kembali dari sekolah.

“Alhamdulillah betah. Kerjanya juga enggak terlalu berat. Di sini nyaman, sudah kayak keluarga sendiri,” kata Fania saat ditemui di lokasi SPPG.

Sebelumnya, Fania bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun ia mengaku lebih bersyukur dengan pekerjaan saat ini. 

“Pastinya sedih ya kalau MBG berhenti. Karena MBG ini justru banyak didukung. Banyak orang tua yang ingin program ini ada. Buat saya pribadi, saya enggak tahu bisa cari kerja di mana lagi. Karena cuma di sini saya bisa ditampung,” ungkapnya

Fania berharap program MBG tidak hanya dipertahankan, tapi juga diperluas agar lebih banyak orang terbantu, baik dari sisi penerima manfaat gizi maupun penciptaan lapangan kerja.

“Supaya lebih banyak lagi teman-teman selain saya yang mendapatkan pekerjaan di dapur MBG,” ujarnya.

Cerita serupa datang dari Jumadin, 50, ayah dua anak yang juga bekerja di dapur MBG. Ia bersama 13 rekannya memisahkan sisa makanan, mencuci, dan mensterilkan sekitar 3.300 ompreng setiap hari, bekerja dari pukul 13.00 hingga 21.00 WIB.

Meski pekerjaan cukup berat, Jumadin merasa bangga dapat berperan dalam program ini.

“Anak saya juga bangga saya kerja di sini. Apa yang mereka makan di sekolah, bapaknya ada peran serta di situ,” ungkapnya.

Program MBG juga meringankan beban keluarganya karena tidak perlu lagi memikirkan bekal anak-anak di sekolah.

Kedua pekerja dapur MBG ini berharap program tersebut terus berjalan. Menurut mereka, manfaat MBG tidak hanya dirasakan oleh penerima makan, tapi juga oleh tenaga kerja lokal yang mendapatkan penghasilan dan pengalaman kerja.

"Harapannya program ini jangan sampai berhenti. Karena manfaatnya bukan hanya untuk penerima makan, tapi juga buat orang-orang seperti saya yang masih bisa bekerja di sini,” pungkas Jujun. (r)

Editor : Heri Sugiarto
#Makan Bergizi Gratis Tangsel #Mbg #Pekerjaan dapur mbg #mbg ibu tunggal #Makan Bergizi Gratis #MBG untuk keluarga