Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pengurus KJI Wajo 2026-2029 Resmi Bertugas, Jadi Role Model Organisasi Pers di Sulsel

Hendra Efison • Selasa, 16 Juni 2026 | 11:45 WIB
Ketua KJI Sulawesi Selatan Edy Basri membubuhkan tanda tangan di SK Pengurus Daerah KJI Wajo periode 2026-2029 di Gedung Islamic Center Sengkang, Senin (15/6/2026).
Ketua KJI Sulawesi Selatan Edy Basri membubuhkan tanda tangan di SK Pengurus Daerah KJI Wajo periode 2026-2029 di Gedung Islamic Center Sengkang, Senin (15/6/2026).

WAJO, PADEK.JAWAPOS.COM – Pengurus Daerah KJI Wajo periode 2026-2029 resmi dilantik di Gedung Islamic Center Sengkang, Senin (15/6/2026). Pelantikan yang dipimpin Ketua KJI Sulawesi Selatan, Edy Basri, itu menandai lahirnya kepengurusan Kolaborasi Jurnalis Indonesia tingkat kabupaten/kota pertama di Sulawesi Selatan.

Acara tersebut dihadiri Bupati Wajo Andi Rosman, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta insan pers dari berbagai media. Kehadiran sejumlah pemangku kepentingan menunjukkan dukungan terhadap penguatan organisasi profesi jurnalistik di daerah.

Dalam sambutannya, Edy Basri menegaskan posisi strategis KJI Wajo sebagai pelopor pembentukan kepengurusan daerah di tingkat kabupaten/kota. Karena itu, ia berharap organisasi tersebut mampu menjadi rujukan bagi daerah lain yang akan membentuk kepengurusan serupa.

Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota, tetapi juga dari kemampuan membangun program yang berdampak bagi profesi jurnalistik dan masyarakat luas.

KJI Wajo Didorong Menjadi Role Model Organisasi Pers

Edy menekankan bahwa KJI harus hadir sebagai perekat persatuan, baik di lingkungan internal organisasi maupun dalam hubungan dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.

Ia menilai hubungan antara media dan pemerintah perlu dibangun secara profesional dengan tetap menjaga independensi masing-masing pihak. Media tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, sementara pemerintah membutuhkan media sebagai sarana menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.

Karena itu, Edy mengingatkan agar jurnalis tetap kritis namun berlandaskan fakta dan kepentingan publik. Kritik yang konstruktif dinilai lebih efektif dalam mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan.

Selain itu, ia meminta seluruh anggota KJI menjaga hubungan harmonis dengan organisasi profesi pers lainnya. Menurutnya, perbedaan wadah organisasi tidak boleh menjadi alasan munculnya persaingan yang merugikan solidaritas insan pers.

"Kita harus membangun kolaborasi dan saling menghargai. Tantangan dunia jurnalistik saat ini jauh lebih besar dibanding perbedaan organisasi," ujarnya.

Fokus Legalitas dan Program Kerja Organisasi

Usai pelantikan, Edy meminta pengurus baru segera menyelesaikan legalitas organisasi melalui pendaftaran ke Kesbangpol. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi kelembagaan sekaligus mendukung pelaksanaan program kerja.

Selanjutnya, KJI Wajo juga didorong segera menggelar rapat kerja sebagai dasar penyusunan agenda organisasi selama masa kepengurusan 2026-2029. Ia menegaskan organisasi harus bergerak aktif dan tidak berhenti pada seremoni pelantikan.

Dalam kesempatan yang sama, Edy memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Wajo atas sejumlah capaian pembangunan yang diraih dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu prestasi yang mendapat perhatian adalah keberhasilan Wajo meraih Juara I kategori Creative Financing tingkat kabupaten dari Kementerian Dalam Negeri.

Penghargaan yang diumumkan pada 29 Mei 2026 tersebut mengantarkan Kabupaten Wajo memperoleh insentif sebesar Rp3 miliar. Menurut Edy, capaian itu menjadi bukti kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola pembangunan secara inovatif.

Pertumbuhan Ekonomi Wajo Jadi Sorotan

Selain prestasi di bidang tata kelola pemerintahan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wajo juga mendapat apresiasi. Pada 2025, daerah tersebut mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,19 persen dan menempati posisi ketiga tertinggi di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, pada Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Wajo mencapai 6,97 persen. Meski berada di peringkat ke-14 dari 24 kabupaten dan kota di Sulsel, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan Kota Makassar dan Kota Parepare.

Edy menilai capaian tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi daerah yang kuat di tengah berbagai tantangan. Karena itu, ia berharap media turut berperan mengawal pembangunan melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan memberi solusi.

Menutup sambutannya, Edy menyampaikan pesan Ketua Umum KJI, Andarizal, kepada seluruh pengurus dan anggota KJI Wajo. Pesan tersebut menekankan pentingnya menjalankan organisasi sesuai AD/ART, menjaga solidaritas internal dan eksternal, serta menghadirkan karya jurnalistik yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Pelantikan KJI Wajo menjadi titik awal penguatan organisasi pers yang kolaboratif dan profesional. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu mendukung terciptanya ekosistem jurnalistik yang sehat, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik di Kabupaten Wajo.(*)

Editor : Hendra Efison
#KJI Wajo #pelantikan KJI Wajo #organisasi pers Sulawesi Selatan #ekosistem pers #Kolaborasi Jurnalis Indonesia