MAKASSAR, PADEK.JAWAPOS.COM – Pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas dan insentif untuk mendorong investasi, sehingga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meminta kalangan pengusaha mempercepat realisasi investasi dan tidak menundanya.
Airlangga menyampaikan ajakan tersebut saat memberikan arahan pada pembukaan Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) 2026 di Makassar, Selasa (4/8/2026).
Menurut Airlangga, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat meski perekonomian global menghadapi ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.
Pemerintah pun terus menyiapkan kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
“Secara fundamental ekonomi Indonesia kuat. Inflasi juga menunjukkan tren menurun dan optimisme sektor manufaktur kembali meningkat,” kata Airlangga.
Pemerintah Siapkan Fasilitas Investasi
Airlangga mengatakan pemerintah mendorong investasi melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), penyediaan fasilitas pembiayaan bagi industri padat karya, serta berbagai insentif fiskal.
Berbagai fasilitas tersebut disiapkan untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus mendorong pelaku usaha memperluas kegiatan investasinya di Indonesia.
Pemerintah juga akan memfokuskan kebijakan pada semester kedua 2026 untuk menjaga inflasi, memperkuat daya beli masyarakat, mendorong investasi, dan mempercepat pertumbuhan industri padat karya.
“Kami berharap dunia usaha memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disiapkan pemerintah sehingga investasi terus tumbuh dan lapangan kerja semakin terbuka,” ujarnya.
Menurut Airlangga, percepatan investasi tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Karena itu, dunia usaha didorong mengambil peluang dari kebijakan yang telah disediakan pemerintah.
Inflasi Turun, Manufaktur Kembali Ekspansif
Airlangga menyebut sejumlah indikator menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih terjaga di tengah tekanan global.
Inflasi nasional pada Juli 2026 tercatat 2,88 persen, turun dibandingkan Juni yang berada di level 3,34 persen. Sementara itu, indeks aktivitas manufaktur kembali masuk zona ekspansif dengan level 50,2.
Pertumbuhan kredit perbankan juga mencapai 12,67 persen. Pemerintah menilai kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif.
Di sektor energi, pemerintah terus memperkuat ketahanan energi melalui implementasi program biodiesel B50. Kebijakan tersebut disebut mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi impor sekaligus menghemat anggaran negara.
Stabilnya harga energi domestik juga dinilai penting untuk menjaga inflasi dan daya beli masyarakat.
Investasi Didorong Beriringan dengan Lapangan Kerja
Selain investasi, pemerintah meminta perusahaan anggota APINDO ikut memperluas penyerapan tenaga kerja melalui program magang nasional.
Dalam program tersebut, peserta mendapatkan dukungan pembiayaan dari pemerintah selama enam bulan. Berdasarkan evaluasi yang disampaikan Airlangga, sekitar 60 persen peserta magang kemudian direkrut menjadi karyawan tetap di perusahaan tempat mereka menjalani magang.
“Karena itu kami berharap semakin banyak perusahaan yang ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Rakerkonas XXXV APINDO 2026 di Makassar menjadi forum dialog pemerintah dan pelaku usaha untuk membahas strategi menjaga pertumbuhan ekonomi, memperkuat investasi, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. (mnf)
Editor : Hendra Efison