Pada Selasa (25/8) waktu setempat, Messi melayangkan faks kepada Presiden Barca Josep Maria Bartomeu bahwa dirinya ingin pergi. Dan, Minggu (30/8) lalu Messi yang masih dijadwalkan menjalani tes swab di markas latihan klub, Ciutat Esportiva Joan Gamper, di Sant Joan Despi tidak menampakkan batang hidungnya.
Sebagai perbandingan, striker Luis Suarez yang jelas-jelas sudah tidak dibutuhkan Koeman tetap hadir dalam tes Minggu lalu itu. “Leo (sapaan akrab Messi, red) telah resmi menunjukkan perlawanannya dengan melewatkan tes swab tersebut,” tulis Ole.
Menurut Clarin, sikap Messi mungkin bisa berarti mbalela bagi Barca. Tapi, La Pulga alias Si Kutu juga ingin menunjukkan sikap bahwa dirinya tidak diperlakukan sebagai pemain Barca lagi. Permintaan striker 33 tahun itu untuk pergi secara gratis musim panas ini ditolak mentah-mentah.
Messi lalu berinisiatif untuk mengagendakan mediasi. Namun, Bartomeu hanya bersedia berbicara empat mata dengan peraih enam kali pemain terbaik dunia itu kalau membahas perpanjangan kontrak La Pulga yang kadaluwarsa per 30 Juni 2021. Bukan tentang hal lain.
Kondisi kedua pihak semakin semrawut lantaran Barca menyudahi kerja sama dengan lembaga penasihat hukum Messi, Cuatrecasas. Langkah itu dilakukan untuk menekan kans Messi meninggalkan Barca. Setidaknya sampai ada klub yang mampu memenuhi klausul pelepasan La Pulga senilai EUR 700 juta (Rp 12,2 triliun).
Versi pihak Messi, dia bisa meninggalkan Barca secara gratis karena memenuhi klausal bahwa dirinya sudah berusia 32 tahun, pergi karena kemauannya sendiri, dan di akhir musim sebelum musim terakhir kontraknya. Tapi versi Barca, klausul itu terlewati pada 10 Juni atau sepuluh hari pascafinal Liga Champions 2019-2020 sebelum molor dan diubah formatnya karena pandemi Covid-19.
Terkait dengan konflik Messi versus Barca, otoritas La Liga lebih mendukung Barca. Dalam rilis resmi mereka Minggu malam lalu yang dilaporkan Marca, La Liga merujuk pada artikel 16 Keputusan Kerajaan Spanyol Nomor 1.006 yang disahkan pada 26 Juni 1985.
Yakni, penghentian kerja sama kedua pihak (antara Messi dan Barca) hanya bisa terjadi jika klausul pelepasan ditebus. Jika Messi tetap ngeyel, La Liga tidak akan mengeluarkan visa kerja baginya ke klub barunya nanti. Apalagi Manchester City yang santer disebut sebagai klub destinasi Messi berada di Inggris. Negara yang sangat ketat dalam penerbitan izin visa kerja bagi atlet. (io/c19/dns/jpg) Editor : Novitri Selvia