Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Barca mungkin Sulit Gembira

Novitri Selvia • Senin, 14 Desember 2020 | 09:32 WIB
Penyerang Barcelona sekaligus kapten tim, Lionel Messi, harus bekerja keras saat memimpin rekan-rekannya melewati babak 16 besar Liga Champions musim ini. (AFP)
Penyerang Barcelona sekaligus kapten tim, Lionel Messi, harus bekerja keras saat memimpin rekan-rekannya melewati babak 16 besar Liga Champions musim ini. (AFP)
Kekalahan 0-3 oleh Juventus pada matchday pemungkas fase grup Liga Champions (9/12) bisa dibayar mahal oleh FC Barcelona. Sebab, Barca harus puas sebagai runner-up grup G. Artinya, Lionel Messi dan kawan-kawan bisa menghadapi klub-klub tangguh yang finis sebagai juara grup dalam babak 16 besar.

Seiring sudah tuntasnya fase grup Kamis (10/12), calon lawan Barca sudah bisa dipetakan. Juve dan Real Madrid (juara grup B) otomatis dicoret karena aturan 16 besar tidak bisa mempertemukan tim dari grup yang sama maupun dari liga/negara yang sama.

Lalu, siapa saja calon lawan Messi cs? Tiga di antaranya adalah juara liga elite Eropa. Yaitu, kolektor terbanyak Meisterschale (trofi Bundesliga) Bayern Muenchen yang finis sebagai juara grup A, kampiun Premier League Liverpool FC (juara grup D), dan Paris Saint-Germain (PSG) sebagai penguasa Ligue 1 yang finis sebagai juara grup H.

Barca juga bisa menghadapi mantan pelatih mereka kala memenangi dua gelar Liga Champions terakhir dan kini menangani Manchester City, Pep Guardiola (juara grup C). Dua lainnya adalah juara grup E Chelsea dan peringkat teratas grup F Borussia Dortmund.

“Siapa pun lawannya, Barca sulit untuk gembira (dengan undian babak 16 besar Liga Champions musim ini, red),” tulis El Mundo Deportivo. Undian 16 besar dilangsungkan di Nyon, Swiss, Senin ini (14/12).

Media-media Inggris juga “memanas-manasi” Barca seandainya menghadapi wakil Premier League. Lihat saja statistiknya. Pep, misalnya. Dia punya catatan fifty-fifty melawan klub di awal karir kepelatihannya itu (2008"2012). Yaitu, 2 kali menang dan 2 kali kalah.

Head-to-head Barca dan Chelsea pun sama kuat dalam 14 kali pertemuan. Namun, pelatih Chelsea Frank Lampard punya rekor apik lantaran hanya kalah dua kali dari sepuluh pertemuan kala masih menjadi gelandang The Blues.

Liverpool besutan Juergen Klopp malah bisa menghadirkan trauma bagi Barca. Tak lain terkait memori semifinal dua musim lalu. Meski menang 3-0 di Camp Nou, Messi dan kawan-kawan tersingkir setelah kalah menyakitkan 0-4 di Anfield. Belum lagi Bayern. Klub yang musim lalu menghancurkan Barca di perempat final dengan skor 8-2.

Jika lini pertahanan Barca tidak membaik sampai Februari nanti, PSG maupun Dortmund pun bukan lawan yang menyenangkan. Sebab, masing-masing memiliki Neymar Jr (PSG) dan Erling Haaland (Dortmud) yang kini memuncaki daftar pencetak gol terbanyak (6 gol). Keduanya bersanding dengan Marcus Rashford (Manchester United) dan Alvaro Morata (Juventus).

Khusus Neymar, bukan hanya tiga gol ke gawang Istanbul Basaksehir Kamis (10/12) lalu yang membuatnya bisa berbahaya bagi Barca. Melainkan juga rekam jejaknya sebagai tandem Messi di Barca selama empat musim (2013–2017).

Di musim keduanya bersama Barca pula (2014–2015), Neymar tampil sebagai top scorer Liga Champions. Koleksi sepuluh golnya sejajar dengan Messi dan Cristiano Ronaldo yang masih membela Real Madrid saat itu.

Neymar kini sudah membukukan 20 gol hanya dari 25 laga (bersama PSG) di Liga Champions. Sementara itu, ketika membela Barca, dia membukukan 21 gol dari 40 laga.
Musim ini bintang timnas Brasil tersebut juga sudah mencetak 9 gol dari 11 laga di semua ajang. “Produktivitas dan peran dia (Neymar) bagi tim musim ini semakin masif dan lawan-lawan sudah pasti tidak akan menyukainya,” ucap kapten PSG Marquinhos kepada L’Equipe. (io/c17/dns/jpg) Editor : Novitri Selvia
#kalah #fc barcelona #juventus