Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bintang Barcelona Siap Hengkang

Novitri Selvia • Selasa, 29 Desember 2020 | 09:51 WIB
Lionel Messi. (net)
Lionel Messi. (net)
Rumor mengenai masa depan gelandang Barcelona Philippe Coutinho kembali memanas. Gelandang asal Brasil tersebut dikabarkan siap meninggalkan Barcelona pada Januari 2021. El Confidencial melaporkan bahwa Coutinho merasa tidak nyaman berseragam Barcelona.

Pasalnya, dia gagal menunjukkan performa terbaiknya selama membela Blaugrana, julukan Barcelona. Coutinho sendiri pernah dipinjamkan ke Bayern Muenchen pada musim lalu. Saat itu, dia membantu Muenchen menjuarai Liga Champions.

Tidak itu saja, kabar hangat mega bintang Barcelona, Lionel Messi, yang berencana hengkang dari klub raksasa Spanyol itu pun kembali mengapung. Namun, Messi belum memutuskan mengakhiri hubungan panjangnya selama dua dekade dengan Barcelona pada akhir musim ini. Tapi, dia mulai mengisyaratkan kemungkinan bermain di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat.

Masa depan pemain Argentina ini sebenarnya sudah menjadi tranding topic sejak ia ingin meninggalkan Barcelona pada Agustus 2020. Dia harus menunda rencana itu hingga akhir musim 2020-2021 karena klub bersikeras memberlakukan klausul keluar 700 juta euro (854 juta USD) jika klub lain ingin mengambilnya.

Tim Catalan itu saat ini harus mendekam di posisi kelima di La Liga dan banyak terjadi pergolakan di dalam klub. Bahkan Messi menilai kondisi Barcelona sangat buruk. Mulai Januari 2021 Messi akan bebas untuk menegosiasikan langkah selanjutnya karena ia akan memasuki enam bulan terakhir masa kontraknya.

“Saya belum tahu apa yang akan saya lakukan, saya akan menunggu sampai musim berakhir,” kata Messi dalam wawancara dengan saluran televisi Spanyol La Sexta yang disiarkan pada Minggu (27/12) waktu setempat.

“Saya ingin merasakan hidup di Amerika Serikat, bermain di liga itu dan menjalani kehidupan itu, tetapi saya tidak tahu apakah itu akan terjadi,” lanjut Messi dalam wawancara itu. “Saat ini yang paling penting adalah fokus pada tim dan menyelesaikan musim dengan baik, fokus meraih trofi dan tidak terganggu oleh hal-hal lain,” tambahnya.

Pemain asal Argentina itu tidak menyembunyikan pesimismenya terhadap klub, yang mengalami awal musim terburuk dalam 33 tahun dan berada dalam krisis finansial yang dalam akibat dampak pandemi virus korona.

“Ini momen yang sulit bagi klub, untuk semua orang, tetapi mereka yang ada di klub tahu bahwa itu dalam situasi yang sangat buruk, segalanya sangat buruk dan akan sulit mengembalikan klub ke tempat semula,” pungkas Messi.

Sikap Klopp Tanggapi Salah
Sedangkan dari klub besar, kegalauan kini melanda Liverpool. Manajer Liverpool Juergen Klopp mengaku bingung soal kabar ingin hengkangnya Mohamed Salah dari The Reds. Menurut Klopp, ia tak melihat alasan mengapa Salah harus meninggalkan timnya. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan menahan Salah jika penyerang Mesir itu merasa berada di klub yang bertentangan dengan hatinya.

Salah mengatakan kepada surat kabar Spanyol dalam sebuah wawancara bulan ini bahwa dia mengagumi Real Madrid dan Barcelona. Ini memicu spekulasi di kalangan media Inggris bahwa dia ingin hengkang. “Saya kira saat ini satu-satunya alasan untuk meninggalkan Liverpool adalah cuaca. Alasan apa lagi yang mungkin ada?” jawab Klopp dalam konferensi pers.

“Anda tak dapat memaksa orang agar terus bertahan. Jika seorang pemain ingin pergi, ya kami tidak bisa menghalanginya. Cuma, saya tak paham mengapa ada orang ingin pergi,” katanya.

Salah dibangkucadangkan saat menghancurkan Crystal Palace 7-0 akhir pekan lalu, tetapi mencetak dua gol ketika masuk sebagai pemain pengganti. Dua golnya sekaligus kian mengukuhkan Liverpool sebagai pemuncak Liga Inggris sementara ini.

Salah menjadi pencetak gol terbanyak Liverpool sepanjang masa di Liga Champions awal bulan ini setelah imbang 1-1 melawan Midtjylland di Denmark. Ihwal komentar Salah tentang Barcelona dan Real Madrid, Klopp menilai pernyataan Salah tentang dua tim Spanyol itu bukan petunjuk keinginannya untuk meninggalkan Liverpool. Buat Klopp, saat ini Salah masih menjadi salah satu pemain andalannya. “Mo jelas pemain sangat penting bagi saya,” tutupnya.

Skema Tukar Guling
Soal bursa transfer 2021 nanti, Inter Milan dan PSG juga memancing perhatian. Pasalnya, Mauricio Pochettino yang menjadi pelatih baru PSG, bakal berburu pemain di bursa transfer musim dingin Januari tahun depan.

Seolah memang sudah digariskan, Christian Eriksen yang merupakan mantan anak buah Pochettino ketika melatih Tottenham Hotspur masuk daftar jual Inter Milan. Hal itu dikonfirmasi CEO Inter Beppe Marotta. Menurut pria 63 tahun tersebut, Eriksen gagal beradaptasi dengan strategi allenatore Antonio Conte. Pemain asal Denmark itu hanya tampil di 38 laga, yang 16 di antaranya sebagai starter.

Dia baru mencetak empat gol dan tiga assist sejak didatangkan dari Spurs pada Januari lalu. “Pochettino bisa mengembalikan sentuhan magis Eriksen. Kebetulan, Inter juga meminati Leandro Paredes (gelandang PSG, Red) dan skema tukar guling bisa terjadi,” tulis Football Italia.

Eriksen merupakan salah satu pemain favorit Poche, sapaan Pochettino, di Spurs pada 2014–2019. Selama dilatih Pochettino, Eriksen mencetak 58 gol dari 255 laga di semua ajang. Hanya duet Harry Kane dan Son Heung-min yang memiliki jumlah gol lebih banyak dari Eriksen.

Performa hebat Eriksen itu sampai membuat Pochettino menjulukinya “golazo” karena kepiawaian mencetak gol indah. Terutama dari sepakan bebas atau sepakan jarak jauh.
Total, jebolan akademi Ajax Amsterdam itu mencetak sepuluh gol dari sepakan bebas, serta dua gol dari tendangan dari luar kotak penalti ketika dilatih Pochettino.

Bersama pelatih asal Argentina tersebut, Eriksen juga kali pertama merasakan atmosfer final Liga Champions ketika jadi runner-up dua musim lalu. Eriksen juga “sehati” dengan Pochettino.

Salah satu keengganan pemain 28 tahun itu memperpanjang kontrak bersama Spurs musim lalu adalah posisi Poche yang dalam tekanan. Dan, ketika dipecat pada 19 November 2019, tekad Eriksen hengkang dari Spurs kian bulat. Tetapi, pilihannya ke Inter justru blunder.

Nah, saat ini, bisa dibilang tidak ada sosok playmaker murni di PSG. Julian Draxler sebagai satu-satunya gelandang serang musim ini banyak berkutat dengan cedera hamstring.
Dengan demikian, dia baru tampil di sembilan laga dengan lima di antaranya jadi starter. Karena itu, kehadiran Eriksen bisa memanjakan dua superstar Les Parisiens Neymar dan Kylian Mbappe. (io/c13/bas/jos/jpg) Editor : Novitri Selvia
#barcelona #lionel messi