Untuk tiga nama pertama sudah menjalani talihan bersama Evan Dimas dan kawan-kawan. Sementara Witan baru saja sampai kemarin pagi. “Saya baru datang tadi pagi (kemarin, red), sekitar pukul 6.00 waktu setempat. Lalu langsung melihat teman-teman berlatih di pinggir pantai. Senang rasanya bisa bertemu kembali dengan teman-teman,” jelasnya, dikutip laman resmi PSSI kemarin.
Pagi itu menu latihan yang diberikan pelatih kepala Shin Thae-yong di atas permukaan pasir pantai hanya berupa senam, yoga, dan jogging. Saat selesai latihan, Witan diminta Shin Tae-yong dan teman-temannya untuk menyanyikan lagu dengan suara lantang dan suka cita. “Saya sudah tidak sabar untuk bergabung dengan teman-teman lainnya dalam latihan, Insya Allah nanti sore (kemarin sore, red) sudah bisa berlatih,” lanjutnya.
Sehari sebelumnya, Egy Maulana Vikri sudah menjalani latihan bersama tim. ”Rasa antusias dan kangen dengan teman-teman lainnya, itu yang menghapus lelah dan jetlag saya,” katanya.
Pemain asal klub Polandia, Lechia Gdansk ini mengatakan tidak ada kesulitan berarti untuk menyesuaikan diri dengan latihan bersama teman-teman karena baru bergabung. “Hampir tidak ada, hanya tadi saja saat sentuhan pertama dengan bola, sedikit miss namun tidak masalah,” tegasnya.
Pemusatan latihan ini, guna mempersiapkan tim Garuda menghadapi dua laga uji coba melawan Afghanistan (25/5) dan Oman (29/5). Kemudian, pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022, Indonesia akan melawan Thailand pada 3 Juni, lalu Vietnam 7 Juni, dan terakhir UEA pada 11 Juni 2021.
Melawan Afghanistan, Egy secara pribadi akan bertemu rekan satu timnya di Lechia Gdanks, Omran Haydary. Egy mengatakan, kepada Omran sebelum berangkat, untuk berhati-hati dengan Indonesia. ”Iya, dia berkelakar bahwa akan mengalahkan saya dan teman-teman, namun saya katakan padanya, bahwa kita tidak semudah itu bisa dikalahkan,” tutur Egy.
“Mayoritas teman-teman di tim saya juga lebih menjagokan Indonesia yang akan menang melawan Afghanistan, mereka mendukung saya dan juga timnas Indonesia. Saya berharap aura positif itu bisa menular, dan Indonesia bisa betul-betul memenangkan pertandingan,” tukasnya. (rel/cip) Editor : Novitri Selvia