Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Aksi Pemain Lempar Medali Perak hingga Manajer Timnas U-22 Thailand Mundur

Admin Padek • Jumat, 19 Mei 2023 | 01:58 WIB
Photo
Photo

Sekretaris Negara Kementerian Penerangan Kamboja Chum Kosal mengkritik aksi pesepakbola U-22 Thailand Jonathan Khemdee yang melempar medali perak dan maskot ke arah penonton setelah kalah di final sepakbola SEA Games, 16 Mei lalu.


"Pesepakbola Thailand yang melakukan ini kehilangan karakternya sebagai pemain dan terlalu tidak menghormati tuan rumah," tulis Chum di laman Facebook-nya.

Menurutnya, medali dan maskot SEA Games yang dipersembahkan kepada atlet itu  merupakan suatu kehormatan yang sangat besar. Tidak semua orang mendapatkannya. "Federasi sepakbola Thailand harus mengedukasi pemain ini," tegasnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah tersebar luas gambar pemain Timnas U-22 Thailand Jonathan Khemdee melempar medali dan maskot SEA Games kepada para penonton usai kalah dari Indonesia pada Selasa malam lalu (16/5/2023).

Hasil pertandingan tersebut, Indonesia mengalahkan Thailand 5-2 di cabang sepakbola. Indonesia meraih medali emas dan Thailand meraih medali perak.

Di SEA Games ke-32 Kamboja, Jonathan Khemdee menjadi pemain terbaru yang bergabung bersama Thailand U-22. Usai laga terakhir di babak penyisihan grup Thailand melawan Vietnam, gelandang yang bermain di Ratchaburi itu baru bergabung bersama rekan setimnya.


Jonathan adalah gelandang Thailand yang sangat dinantikan di SEA Games 32 dan dianggap sebagai masa depan sepakbola Thailand. Namun, di final melawan Indonesia, pemain kelahiran 2002 itu didiskualifikasi di perpanjangan waktu saat menerima kartu kuning kedua dan membuat situasi Thailand semakin sulit.

Jelang laga final melawan Indonesia, Jonathan sempat menjadi sorotan media ketika mengumumkan bahwa final SEA Games ke-32 akan menjadi kali terakhir ia mengenakan kaus "War Elephants". Disinggung mengenai pernyataan Jonathan Khemdee, pelatih kepala Thailand U.22, Issara Sritaro enggan berkomentar.



“Halo untuk semua penggemar sepakbola. Pertandingan ini akan menjadi pertandingan terakhir saya untuk tim Thailand. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung dan mengikuti saya selama ini. Saya harap saya bisa memenangkan medali emas untuk para penggemar dan melakukannya dengan baik di pertandingan terakhir saya untuk tim," kata Jonathan di akun Instagramnya.



Sedangkan setelah pertandingan, dia beraksi tak karuan dengan melemparkan medali dan maskot SEA Games 32 yang dipegangnya ke tribun penonton. Sontak, aksi pemain berusia 21 tahun itu dikritik habis-habisan oleh fans Thailand karena dianggap tidak menghargai warna bendera.



Pada malam 17 Mei, Jonathan meminta maaf kepada fans Thailand. “Halo semuanya. Saya membuang perak dan boneka itu karena saya hanya ingin berterima kasih kepada para penggemar sepakbola yang datang untuk menyemangati saya. Seperti SEA Games sebelumnya, saya tidak bermaksud meremehkan lawan saya atau medali yang saya raih. Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang datang untuk mendukung. Tolong selalu dukung saya lebih banyak lagi di masa depan,” ungkapnya seperti dikutip VnExpress.



Manajer Tim Mundur


Sementara itu, Yutthana Yimkarun memutuskan mundur dari jabatannya sebagai manajer timnas U-22 Thailand setelah terlibat tawuran massal di final SEA Games, Selasa (16/5/2023), saat kalah dari Indonesia.

Photo
Photo
Yutthana Yimkarun, Manajer Timnas U-22 Thailand, dan pelatih Issara Sritaro (kiri). (Foto: FAT)


Thai League Central mengatakan di Twitter pada Kamis sore (18/5/2023) menyatakan bahwa Yimkarun telah mengundurkan diri sebagai manajer tim U-22 Thailand untuk bertanggung jawab atas perkelahian tersebut.


Tim Siam Daily Football telah mengkonfirmasi berita tersebut. "Surat pengunduran diri resmi akan diserahkan ke Asosiasi Sepakbola Thailand," lapor Siam Sport seraya menambahkan bahwa Yimkarun menunjukkan tanggung jawabnya.

Final sepakbola putra SEA Games 32 berakhir pada Selasa malam lalu (16/5/2023) dengan kemenangan 5-2 Indonesia dan medali emas. Laga tersebut bisa dibilang merupakan final paling dramatis dalam sejarah turnamen.

Konfederasi Sepakbola Asia akan menyelidiki sebelum mengeluarkan denda dan penangguhan untuk pemain serta staf yang terlibat dalam kericuhan itu.(vne/esg)


Editor : Admin Padek
#Chum Kosal #Ratchaburi #Federasi sepakbola Thailand #sepakbola #Issara Sritaro #War Elephants #Lempar Medali Perak #jonathan khemdee #Yutthana Yimkarun #Thai League Central #sea games #timnas thailand