Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Newcastle United vs Paris Saint-Germain, Euforia Melebihi 8-0

Novitri Selvia • Rabu, 4 Oktober 2023 | 10:01 WIB
Siti Fadia Silva Ramadhanti/Apriyani Rahayu.(PBSI)
Siti Fadia Silva Ramadhanti/Apriyani Rahayu.(PBSI)
Kemenangan delapan gol tanpa balas di Bramall Lane, kandang Sheffield United (25/9), merupakan momen epik bagi Newcastle United musim ini. Salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah The Magpies –sebutan Newcastle United– yang tidak akan mudah diulang di masa depan.

Meski begitu, euforia menang 8-0 itu masih kalah ketimbang antusiasme skuad Eddie Howe jelang memainkan laga kandang perdana mereka di Liga Champions musim ini. Yaitu, saat menjamu Paris Saint-Germain (PSG) dalam matchday kedua grup F di St James’ Park dini hari nanti (siaran langsung Vidio pukul 02.00 WIB).

“St James’ Park siap menggetarkan dada Anda. Aku pun tidak sabar menantikan pertandingannya,” kata gelandang Newcastle Sean Longstaff di laman resmi klub. Kebetulan, atmosfer St James’ Park sedang bagus sepekan terakhir.

Dalam laga kandang terakhir, Jamaal Lascelles dkk membuyarkan kans Manchester City memenangi Piala Liga musim ini. The Magpies mengeliminasi City dengan skor 1-0 pertengahan pekan lalu (28/9).

“Ketika kami menemukan permainan kami di sini (kandang), aku bisa membayangkan klub lain akan terkekang seperti saat kami mengalahkan City,” sambung Longstaff.

Gelandang Newcastle lainnya, Bruno Guimaraes, meyakini timnya bakal bermain lebih tenang ketimbang saat menahan seri tanpa gol AC Milan di Stadio San Siro dalam matchday pertama (20/9).

“Dalam 20 menit awal, tim bermain tegang. Kami baru benar-benar lega di akhir pertandingan. Aku rasa saat menghadapi PSG, kami bisa lebih rileks sehingga mampu mengeluarkan kemampuan terbaik,” beber gelandang timnas Brasil tersebut kepada Goordie Boot Boys.

Berbekal selalu menang dan tanpa kebobolan dalam tiga laga kandang terakhir, Newcastle bisa membangkitkan memori buruk entraineur PSG Luis Enrique. Ketika masih bermain sebagai gelandang FC Barcelona pada musim 1997–1998, Enrique dipaksa takluk 2-3 di St James’ Park dalam fase grup Liga Champions.

“Meski secara individu pemain PSG lebih unggul, mereka akan datang ke St James’ Park di saat yang tidak tepat. Tempat itu akan menjadi neraka bagi pemain PSG,” kata pandit Frank Leboeuf kepada Sky Sports.

Menurut Leboeuf, performa PSG yang tidak stabil musim ini juga menjadi alasan Newcastle layak diunggulkan. Berbicara kepada Prime Video, gelandang PSG Vitinha mengklaim timnya sudah melupakan kegagalan mengalahkan Clermont Foot di Ligue 1 akhir pekan lalu (30/9) dan fokus sepenuhnya di Liga Champions.

“Ajang seperti Liga Champions tidak untuk main-main. Kami akan bermain bagus di sana (St James’ Park, red),” kata pemain asal Portugal itu. (ren/c19/dns/jpg) Editor : Novitri Selvia
#eddie howe #Bruno Guimaraes #newcastle #paris saint-germain #newcastle united