PADEK.JAWAPOS.COM-Klub sepak bola Jerman, FSV Mainz 05 mengakhiri kontrak Anwar El Ghazi pada hari Jumat (3/11/2023) waktu setempat, karena memposting dukungan terhadap Palestina dalam konflik di jalur Gaza, di media sosial pribadinya.
"FSV Mainz 05 mengakhiri kontrak mereka dengan Anwar El Ghazi yang berlaku segera pada hari Jumat. Klub telah mengambil tindakan ini sebagai tanggapan atas komentar dan postingan pemain di media sosial," kata Mainz 05 dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Anadolu Agency.
Sebelum pemecatan El Ghazi pada hari Jumat, jaksa Jerman menuduhnya mengganggu perdamaian publik dengan memaafkan tindakan kriminal yang disertai hasutan kebencian melalui postingan media sosialnya.
Bulan lalu, Mainz 05 menskors El Ghazi setelah dia memposting cerita di media sosial yang menyatakan dukungannya kepada rakyat Palestina. Namun, klub papan atas Jerman tersebut mencabut skorsingnya, dengan mengatakan dia akan tersedia untuk dipilih lagi setelah diberi peringatan pada hari Senin.
El Ghazi kemudian menanggapi pemutusan kontraknya lewat media sosial X, dengan menulis, “Pertahankan apa yang benar, meskipun itu berarti berdiri sendiri. Hilangnya mata pencaharian saya tidak ada artinya jika dibandingkan dengan penderitaan yang menimpa orang-orang yang tidak bersalah dan rentan di Gaza,” tulis El Ghazi di Instagram pada Jumat malam.
Pemain sayap Belanda keturunan Maroko itu putra dari pasangan Mohammed El Ghazi, Jamila El Ghazi. Dalam karirnya pernah memperkuat PSV Eindhoven memenangkan Piala Super Belanda dan Piala Belanda. Dia bergabung dengan Mainz 05 sebagai pemain bebas transfer pada September dan tampil tiga kali sebagai pemain pengganti.
“Tidak akan pernah ada pembenaran apapun atas pembunuhan lebih dari 3.500 anak-anak di Gaza dalam tiga minggu terakhir….Saya dan kita sebagai seluruh dunia tidak bisa tinggal diam. Kita harus menyerukan diakhirinya pembunuhan di Gaza sekarang,” tulis El Ghazi di postingannya.
Pemain berusia 28 tahun itu memiliki dua caps timnas Belanda. Sedangkan Mainz 05 berada di dasar klasemen dengan tiga poin.
“Saya menentang perang dan kekerasan. Saya menentang pembunuhan semua warga sipil yang tidak bersalah. Saya menentang segala bentuk diskriminasi. Saya menentang Islamofobia. Saya menentang anti-Semitisme. Saya menentang genosida. Saya menentang apartheid. Saya menentang pendudukan. Saya menentang penindasan," kata El Ghazi seperti dikutip The Guardian.
El Ghazi yang pernah bermain di Aston Villa dan Ajax, menambahkan bahwa dia tidak menyesal atau menyesali sikapnya dan menolak menarik pernyataannya.
“Saya tidak menyesali atau menyesali posisi saya,” tulis pemain itu. “Saya tidak menjauhkan diri dari apa yang saya katakan dan saya berdiri, hari ini dan selalu sampai nafas terakhir saya, demi kemanusiaan dan kaum tertindas," katanya seperti dikutip Al Jazeera.(*) Editor : Admin Padek