Tottenham tampil impresif pada awal musim di bawah kendali pelatih Ange Postecoglou. Mereka berambisi merebut kembali puncak klasemen Liga Premier dari Manchester City yang menghancurkan Bournemouth dengan skor fantastis 6-1 pada Sabtu lalu.
Spurs, yang belum terkalahkan dalam sepuluh pertandingan terakhir di Liga Premier, saat ini berada di peringkat kedua klasemen. Pencetak gol andalan Spurs, Heung-min Son, bakal menjadi ancaman serius bagi pertahanan tim asuhan Mauricio Pochettino.
Pelatih Ange Postecoglou menyebut ini pertandingan besar, sebuah derby London yang selalu dinantikannya. Menurutnya, Chelsea adalah tim yang selama 10-15 tahun terakhir menjadi tolak ukur kesuksesan. Mereka merupakan tim yang kuat dengan beberapa pemain individu yang luar biasa. Untuk itu, Ange Postecoglou menekankan kepada pemainnya agar tampil kuat secara kolektif untuk menghadapi Chelsea.
Di sisi lain, Chelsea mengalami awal musim yang mengecewakan. Mereka berada di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga Premier dan hanya memenangkan tiga dari sepuluh pertandingan.
Chelsea sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah unggul dua gol saat melawan Arsenal dua pekan lalu, namun akhirnya harus puas dengan hasil imbang 2-2 setelah Arsenal bangkit dan mencetak dua gol pada menit-menit akhir. Tekanan terhadap Chelsea semakin bertambah setelah dikalahkan Brentford 2-0 di Stamford Bridge dalam pertandingan berikutnya.’
Namun, Pelatih Chelsea Mauricio Pochettino tetap optimistis menjelang pertandingan derby London melawan mantan tim asuhannya Tottenham Hotspur. Menurutnya, ini adalah saat yang tepat untuk membangun momentum dan meraih kemenangan.
Dalam sejarah pertemuan kedua tim di Stadion Tottenham Hotspur, Chelsea pernah menumbangkan Tottenham Hotspur dengan skor 1-0 pada leg kedua semifinal Piala Carabao 2021-2022.
Sejauh ini, Chelsea telah bertemu dengan Tottenham sebanyak 175 kali dalam berbagai kompetisi sejak tahun 1909. Mereka meraih 77 kemenangan dan bermain imbang sebanyak 42 kali.
The Lilywhites, yang dikalahkan sebanyak 33 kali, adalah tim yang paling sering menjadi "korban" Chelsea di era Premier League, dengan hanya Man United yang berhasil mengalahkan Tottenham lebih banyak daripada The Blues (selisih 1 kemenangan). Selama periode ini, Chelsea juga mampu mencetak 51 gol melawan Spurs sejak tahun 1992.(*)
Susunan Pemain Tottenham vs Chelsea dalam Derbi London:
Chelsea: Sanchez; James (c), Disasi, Thiago Silva, Colwill; Gallagher, Caicedo, Enzo; Palmer, Jackson, Sterling
Cadangan: Petrovic, Gusto, Cucurella, Maatsen, Badiashile, Ugochukwu, Madueke, Mudryk, Washington
Tottenham: Vicario, Porro, Romero, van de Ven, Udogie, Bissouma, Sarr, Kulusevski, Maddison, Johnson, Son
Cadangan: Forster, Skipp, Hojbjerg, Gil, Emerson, Dier, Lo Celso, Richarlison, Bentancur Editor : Admin Padek