Musim lalu Graham Potter menjadi satu-satunya pelatih berkebangsaan Inggris yang membawa klubnya bertarung di fase knockout Liga Champions. Potter yang menggantikan Thomas Tuchel mulai matchday kedua fase grup meloloskan Chelsea ke 16 besar setelah menorehkan empat kemenangan dan sekali seri.
Gengsi Englishmen itu kini ada di pundak tactician Newcastle United Eddie Howe. Tugas yang berat bagi Howe mengingat The Magpies –julukan Newcastle United– harus saling sikut dengan AC Milan dalam matchday terakhir grup F di St James’ Park dini hari nanti (siaran langsung SCTV/Vidio pukul 03.00 WIB). Itu pun bergantung hasil pesaing lainnya, Paris Saint-Germain, di kandang Borussia Dortmund, dalam laga bersamaan.
Sebelum Potter, hanya Frank Lampard yang pernah membawa gengsi tactician Inggris di Liga Champions. Meski, Lampard hanya sampai pada fase 16 besar. Seperti Potter, Lampard menukangi Chelsea. “Semua tetap bergantung kami (untuk lolos ke 16 besar, red). Hasil laga lainnya (seandainya PSG kalah oleh BVB, red) tidak akan menolong seandainya kami tidak bisa menuntaskan laga ini (lawan AC Milan, Red),” beber Howe di laman resmi klub.
Howe berharap pemainnya belajar dari hasil dua matchweek terakhir Premier League terakhir. The Magpies secara beruntun menelan kekalahan besar. Masing-masing 0-3 oleh Everton di Goodison Park (8/12), lalu 1-4 di kandang Tottenham Hotspur (10/12).
Bermain di kandang sendiri diklaim Howe bisa memberikan pengaruh. “Karena faktor laga kandang di musim ini sudah menjadi landasan kami,” ucap pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Berkebalikan dengan Howe yang menjadi satu-satunya pelatih Englishmen di Liga Champions musim ini, allenatore AC Milan Stefano Pioli punya tiga kolega. Sejauh ini, hanya Pioli yang belum sukses meraih tiket 16 besar. Simone Inzaghi (Inter Milan), Maurizio Sarri (SS Lazio), dan Walter Mazzarri (SSC Napoli) sudah mendapatkannya.
Padahal, musim lalu dia mampu meloloskan Rossoneri –julukan AC Milan – sampai semifinal. “Aku merasakan tekanan yang sama besar (antara Serie A dan Liga Champions, red),” kata Pioli kepada La Gazzetta dello Sport. Di Serie A, AC Milan yang berada di posisi ketiga sudah ketinggalan sembilan poin (29-38) dari capolista Inter Milan setelah 15 giornata.
Harga Diri
Di sisi lain, Kylian Mbappe menutup Desember tahun lalu dengan tertunduk lantaran gagal membawa Prancis memenangi Piala Dunia 2022 di Qatar. Dalam laga perebutan juara, Prancis takluk lewat adu penalti 2-4 oleh Argentina yang dikapteni Lionel Messi.
Tahun ini Mbappe tentu tidak berharap mengulang Desember kelabu bersama Paris Saint-Germain (PSG). Klub Mbappe masih belum memastikan tiket lolos ke fase knockout (babak 16 besar) Liga Champions musim ini.
Peluang yang masih harus diperjuangkan Mbappe bersama PSG dalam matchday terakhir grup F melawan Borussia Dortmund (BVB) di Signal Iduna Park dini hari nanti (siaran langsung Champions TV 2/Vidio pukul 03.00 WIB).
Sepanjang partisipasi di Liga Champions, Mbappe tidak pernah gagal membawa klubnya lolos dari fase grup. Dimulai saat pemain berjuluk Donatello tersebut memperkuat AS Monaco (2016–2017) sampai berlabuh di PSG (2017 sampai sekarang).
“Ini (Liga Champions, red) adalah harga diri Paris Saint-Germain dan Kylian (Mbappe) harus mempertaruhkannya di sana (kandang BVB, Red),” kata pandit sekaligus mantan winger PSG Jerome Rothen kepada RMC Sport.
Momentum itu seperti tantangan ganda bagi Mbappe. Dalam beberapa musim terakhir, kapten timnas Prancis itu kesulitan menciptakan gol di kandang lawan. Tiga gol Mbappe di Liga Champions musim ini, semua terjadi di Parc des Princes, kandang PSG.
Di sisi lain, media-media Prancis mengompori bahwa seandainya PSG gagal berlanjut di Liga Champions, itu merupakan puncak dari relasi panas dingin Mbappe bersama PSG. Hal tersebut mengacu kontrak Mbappe di PSG yang usai di pengujung musim ini.
Statistik laga kandang BVB sekaligus handicap bagi PSG. BVB tidak pernah kebobolan dalam empat laga kandang secara beruntun di Liga Champions. “Kami ingin menjaga sejarah bagus (tidak kebobolan di kandang, red) itu,” kata kiper BVB Gregor Kobel kepada T-Online. (ren/c7/c19/dns/jpg)
Editor : Novitri Selvia