Jam terbang di Liga Champions, Ederson juga lebih tinggi daripada Lunin seiring pernah merasakan atmosfer dua final, masing-masing pada 2020–2021 dan musim lalu. Bandingkan dengan Lunin yang baru mencicipinya musim ini atau lima laga.
Meski begitu, Lunin-lah yang lebih baik atas Ederson dalam first leg 16 besar kemarin (14/2). Kiper 25 tahun berkebangsaan Ukraina itu menyamai rekor kiper utama Real yang cedera panjang, Thibaut Courtois, dengan melakukan 9 kali penyelamatan.
Courtois mencatatkannya dalam final 2022 kontra Liverpool FC. “Lunin menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Dia mempunyai kepercayaan diri yang tinggi,” kata entrenador Real Carlo Ancelotti di Mundo Deportivo.
Lunin seperti membayar kepercayaan Ancelotti yang lebih memilihnya ketimbang Kepa Arrizabalaga. Total sudah 17 kali Lunin membela Real musim ini dengan kebobolan 13 kali dan nirbobol 8 kali. “Dia sudah siap bermain dalam laga-laga besar,” klaim Carletto, sapaan akrab Ancelotti.
Berkebalikan dengan Lunin, performa Ederson setelah jadi kiper final musim lalu dalam tren negatif. Ederson bisa mencatatkan tujuh kali nirbobol untuk mencapai final musim lalu. Musim ini?
Kiper timnas Brasil itu baru sekali nirbobol. Bahkan, Kobenhavn tidak akan mencetak gol seandainya Ederson tidak melakukan kesalahan operan.
“Penampilannya (Ederson) sekarang membosankan,” kritik mantan tactician Tottenham Hotspur dan Aston Villa yang kini bekerja sebagai analis di Amazon Prime Video Tim Sherwood. Musim ini Ederson sudah kebobolan 27 gol dari 30 kali penampilan atau angka rerata kebobolannya 0,9 gol per laga.
Bandingkan dengan musim lalu yang kebobolan 39 gol dari 48 kali penampilan atau rasio kebobolannya 0,81 gol per laga. “Saatnya Ederson punya kompetitor serius,” tegas Sherwood. (ren/c19/dns/jpg) Editor : Novitri Selvia